
RUANGKALTIM.COM, KUTIM – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur, Jimmi, baru-baru ini menuntaskan kegiatan Reses I Persidangan ke I Tahun 2025/2026. Proses serap aspirasi warga itu berlangsung di Gang Pelangi 2, RT 40, Kelurahan Teluk Lingga, Dapil I Sangatta Utara, Sabtu malam (29/11/2025).
Pertemuan ini kembali menyingkap pekerjaan rumah lama bagi pemerintah, yakni perjuangan masyarakat mendapatkan pembangunan infrastruktur yang memadai.
Dalam penjelasannya, Jimmi mengakui bahwa aspirasi masyarakat di wilayah tersebut yang sudah berulang kali disuarakan, dari tahun ke tahun, masih banyak yang belum terealisasi.
“Ini mungkin kali kedua kami hadir di sini, tetap masih belum cukup memuaskan dalam pembangunan,” ujarnya.
Ia memahami, perhatian pemerintah masih harus tercurah pada wilayah-wilayah yang memang memerlukan banyak pembangunan. Dari sekian banyak usulan, satu hal yang menjadi sorotan utama adalah masalah infrastruktur, terutama air bersih. Dipastikannya, persoalan penataan ini akan dikaitkan dengan rencana penataan yang lebih besar.
“Jadi, kita melihat bahwa ini akan dihubungkan dengan penataan master plan untuk Waterfront City di sini. Kita mau lihat hubungannya dengan kondisi masyarakat seperti apa. Itu yang kami mau tindak lanjuti,” jelasnya.
Meski pembangunan memakan waktu, Jimmi optimis ada beberapa usulan yang sangat mungkin untuk direalisasikan 2026 mendatang. Meliputi air bersih yang menjadi prioritas utama dan diperkirakan dapat terwujud tahun depan. Termasuk lampu jalan, yang dianggap lebih memungkinkan untuk dikerjakan.
“Bahkan bisa menggunakan dukungan dana RT. Lalu infrastruktur jalan, pembangunan dan perbaikan jalan. Seharusnya ini bisa direalisasikan sebagian, mengingat wilayah ini cukup luas dan mencakup area wisata,” tuturnya.
“Tapi yang diwujudkan pemerintah kan sudah betul-betul lumayanlah. Terutama untuk masyarakat di sini,” pungkasnya. (adv/rk)










