Senin, Oktober 19, 2026
  • Login
Ruang Kaltim
  • Berita
    • Utama
    • Kalimantan Timur
    • Kutai Timur
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Nasional
    • Internasional
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Olahraga
  • OPINI
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
No Result
View All Result
  • Berita
    • Utama
    • Kalimantan Timur
    • Kutai Timur
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Nasional
    • Internasional
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Olahraga
  • OPINI
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
No Result
View All Result
Ruang Kaltim
No Result
View All Result
Home Berita

Masalah Komunikasi Jadi Kendala, DPRD Kutim Segera Bentuk Panja, Cari Solusi Selesaikan Permasalahan Stiper Sangatta

Admin Redaksi by Admin Redaksi
April 12, 2022
Masalah Komunikasi Jadi Kendala, DPRD Kutim Segera Bentuk Panja, Cari Solusi Selesaikan Permasalahan Stiper Sangatta

suasana rapat dengar pendapat, Selasa lalu (12/4/2022).

0
VIEWS

RUANGKALTIM.COM, KUTIM – Menjadi perguruan tinggi pertama di Kutai Timur (Kutim). Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (Stiper) Sangatta, didirikan untuk menciptakan sarjana pertanian (SP) asli daerah. Hal itu diwujudkan untuk menunjang perkebunan kelapa sawit yang luasnya mencapai 450.000 hektare.

Sehingga tenaga kerja yang dibutuhkan perusahaan perkebunan kelapa sawit sudah tersedia. Perusahaan juga tidak perlu lagi mendatangkan tenaga kerja dari luar Kutim. Selama ini, Pemkab Kutim mengalokasikan APBD untuk pembiayaannya. Kini, kampus tersebut sedang didera krisis keuangan.

DPRD Kutim pun memfasilitasi dengan menggelar rapat dengar pendapat (RDP). Legislatif ingin mendengarkan persoalan yang menghambat operasionalnya, Selasa (12/4/2022). Ketua DPRD Kutim Joni menyebut, seluruh masalah harus segera diselesaikan. Apalagi menyangkut kesejahteraan dalam dunia pendidikan.

“Sebagai tahap awal, dewan akan membentuk panja (panitia kerja). Supaya bisa berkoordinasi dengan pihak terkait,” akunya.

Baca Juga :

Fokus Selesaikan Akar Masalah, Pemkab Kutim Targetkan Angka Kemiskinan Turun Hingga 7 Persen di Tahun 2027

Fokus Selesaikan Akar Masalah, Pemkab Kutim Targetkan Angka Kemiskinan Turun Hingga 7 Persen di Tahun 2027

Oktober 8, 2026
Komitmen Pemerataan Ekonomi, Pemkab Kutim Fokus Tingkatkan Produktivitas dan Kesejahteraan Masyarakat

Komitmen Pemerataan Ekonomi, Pemkab Kutim Fokus Tingkatkan Produktivitas dan Kesejahteraan Masyarakat

Oktober 8, 2026
HUT ke-27 Kutai Timur, Bupati Ardiansyah Tegaskan Arah Baru Pembangunan Inklusif

HUT ke-27 Kutai Timur, Bupati Ardiansyah Tegaskan Arah Baru Pembangunan Inklusif

Oktober 8, 2026

Dia tidak menampik, masalah paling krusial adalah terjadi ketidaktransparanan antara pengurus Stiper dan pengurus Yayasan Stiper. Komunikasi antar keduanya dianggap kurang baik.

“Kalau komunikasinya baik, solusi pasti ada,” kata politikus PPP itu.

Selain itu, pihaknya memang terganjal regulasi terkait penganggaran. Pasalnya, pemerintah tidak bisa memberikan bantuan dua kali berturut-turut setiap tahunnya. Mengingat, Stiper bukan perguruan tinggi flat merah.

“Kami tetap berupaya mencari aturan yang bisa memaksimalkan bantuan. Bisa saja berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Termasuk berkomunikasi dengan pihak perusahaan,” tutupnya.

Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang mengatakan, pola penganggaran bantuan untuk Stiper telah dialokasikan melalui APBD murni dan perubahan. Sehingga tidak bisa diberikan secara dengan sepenuhnya. Namun, dipastikannya kebutuhan-kebutuhan tersebut terpenuhi dalam APBD perubahan.

“Persoalan anggaran bukanlah masalah krusial. Pemkab dan dewan selalu menyisihkan anggaran untuk dua kampus. Justru paling penting harus ada pembenahan struktur pengurus. Masa kepengurusannya habis dan harus diubah. Nanti ada uji kelayakan dan kepatutan. Supaya pengurus yayasan dan kampus benar-benar orang yang kompeten pada bidangnya,” kata politikus Golkar itu.

Adapun alokasi anggaran Rp 3,5 miliar untuk Stiper dan nilai yang sama untuk Sekolah Tinggi Agama Islam Sangatta (STAIS). Namun, setelah hasil kajian dan rapat bersama pengurus kampus, Stiper memerlukan Rp 6 Miliar dan STAIS Rp 4,4 Miliar, yang akan dialokasikan melalui APBD perubahan.

“Semua itu untuk satu tahun kegiatan, yang sesuai dengan hasil rapat dengan pengurus kedua yayasan, sekolah tinggi dan pemerintah. Jadi, bukan pemerintah yang memunculkan angka itu, tetapi hasil kebutuhan yang disampaikan,” pungkasnya.

Perlu diketahui, RDP itu juga dihadiri Plt Kadisdik Irma Yuwinda, Kabag Kesra Setkab Kutim Andi Rahman. Termasuk perwakilan IKA Stiper Sangatta, Ketua Yayasan Stiper Saipul Akhmad dan undangan lainnya. Nampak pula Wakil Ketua II DPRD Kutim Arfan. Anggota DPRD Kutim seperti Masdari Kidang, dr Novel Paembonan, Kajang Lahan, Basti Sanggalangi, David Rante, Yan, Jimmy, Sobirin Bagus dan Apansyah. (rk)

Tags: dengardosengajikampuskesulitankeuangankomunikasikurangpendapatrapatRuangKaltimsangattaStiperterimatidaktranparansiyayasan
Admin Redaksi

Admin Redaksi

Berita Terkait :

Fokus Selesaikan Akar Masalah, Pemkab Kutim Targetkan Angka Kemiskinan Turun Hingga 7 Persen di Tahun 2027
Berita

Fokus Selesaikan Akar Masalah, Pemkab Kutim Targetkan Angka Kemiskinan Turun Hingga 7 Persen di Tahun 2027

by Admin Redaksi
Oktober 8, 2026
0

RUANGKALTIM.COM, KUTIM — Penanganan masalah kemiskinan menjadi salah satu fokus prioritas Pemerintah Kabupaten Kutai Timur. Tidak hanya mengandalkan penyaluran bantuan sosial semata, Pemkab Kutim berkomitmen melakukan pendekatan secara...

Read more
Komitmen Pemerataan Ekonomi, Pemkab Kutim Fokus Tingkatkan Produktivitas dan Kesejahteraan Masyarakat

Komitmen Pemerataan Ekonomi, Pemkab Kutim Fokus Tingkatkan Produktivitas dan Kesejahteraan Masyarakat

Oktober 8, 2026
HUT ke-27 Kutai Timur, Bupati Ardiansyah Tegaskan Arah Baru Pembangunan Inklusif

HUT ke-27 Kutai Timur, Bupati Ardiansyah Tegaskan Arah Baru Pembangunan Inklusif

Oktober 8, 2026
Lepas dari Ketergantungan Migas dan Batu Bara, Bupati Ardiansyah Ajak Kutim Beralih ke Sektor Produktif

Lepas dari Ketergantungan Migas dan Batu Bara, Bupati Ardiansyah Ajak Kutim Beralih ke Sektor Produktif

Oktober 8, 2026
IPM Kutim 2025 Tembus 76,48, Bupati Ardiansyah Pasang Target Ambisius Lompat hingga 77,30 di Tahun 2027

IPM Kutim 2025 Tembus 76,48, Bupati Ardiansyah Pasang Target Ambisius Lompat hingga 77,30 di Tahun 2027

Oktober 8, 2026
Next Post
Masalah Komunikasi Jadi Kendala, DPRD Kutim Segera Bentuk Panja, Cari Solusi Selesaikan Permasalahan Stiper Sangatta

Masalah Komunikasi Disebut Kurang Baik, Pengurus Stiper dan Yayasan Membantah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related News

Pencabulan anak tiri

Beraksi Sejak 2019, Oknum P3K di Kutim Cabuli Anak Tiri dari Kelas 5 SD

April 8, 2024
Opini WTP

Beri Apresiasi Atas Raihan Opini WTP, Faizal Minta Pemkab Segera Tindak Lanjuti Rekomendasi BPK

Mei 5, 2024
Angka Kemiskinan di Kutim Fluktuasi

Joni Dorong Percepatan Penyelesaian Pelabuhan Kenyamukan

Oktober 27, 2023

Browse by Category

  • Berita
  • DISKOMINFO KUTIM
  • DPRD KUTIM
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Internasional
  • Kalimantan Timur
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Kutai Timur
  • Nasional
  • Olahraga
  • OPINI
  • Otomotif
  • Pembangunan
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perekonomian
  • Peristiwa
  • Politik
  • Uncategorized
  • Utama
Ruang Kaltim

© 2023 RUANGKALTIM.COM - Managed by Aydan Putra. All rights reserved.

Navigate Site

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Berita
    • Utama
    • Kalimantan Timur
    • Kutai Timur
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Nasional
    • Internasional
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Olahraga
  • OPINI
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa

© 2023 RUANGKALTIM.COM - Managed by Aydan Putra. All rights reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
footer