Sabtu, Juni 27, 2026
  • Login
Ruang Kaltim
  • Berita
    • Utama
    • Kalimantan Timur
    • Kutai Timur
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Nasional
    • Internasional
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Olahraga
  • OPINI
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
No Result
View All Result
  • Berita
    • Utama
    • Kalimantan Timur
    • Kutai Timur
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Nasional
    • Internasional
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Olahraga
  • OPINI
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
No Result
View All Result
Ruang Kaltim
No Result
View All Result
Home Berita

Masalah Komunikasi Disebut Kurang Baik, Pengurus Stiper dan Yayasan Membantah

Admin Redaksi by Admin Redaksi
April 13, 2022
Masalah Komunikasi Jadi Kendala, DPRD Kutim Segera Bentuk Panja, Cari Solusi Selesaikan Permasalahan Stiper Sangatta

suasana rapat dengar pendapat, Selasa lalu (12/4/2022).

57
VIEWS

RUANGKALTIM.COM, KUTIM – Masalah yang mendera Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (Stiper) Kutai Timur (Kutim), disebut tak lepas dari kurang baiknya komunikasi antara pengurus Stiper dan yayasannya. Sehingga ada anggapan ketidak transparan dalam pengelolaan anggaran yang dialokasikan Pemkab Kutim.

Rapat dengar pendapat (RDP) di gedung DPRD Kutim, yang berlangsung Selasa lalu (12/4/2022), mengungkap permasalahan tersebut. Tak nyaman dengan anggapan tersebut, Yayasan Stiper Kutim memberikan bantahan. Ketua Yayasan Saipul Akhmad menyebut informasi tersebut kurang update. Menurutnya, komunikasi antara yayasan, Ketua Stiper dan dosen sangat baik.

“Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar juga berjalan normal. Apabila ada komunikasi yang kurang baik berkaitan dengan perbaikan-perbaikan, itu wajar,” akunya.

Sebab, pihaknya ingin mencapai banyak target untuk kemajuan Stiper sendiri. Tapi, jika dikatakan tidak koordinasi dan sebagainya, menurutnya itu tidak benar. Memang yang menjadi persoalan, kata dia, anggaran yang masuk dari pemerintah kurang.

Baca Juga :

Sejalan dengan Program Pemkab Kutim, KPP dan PAMA Konservasi Terumbu Karang di Pulau Miang Bersama Alien Mangrove

Sejalan dengan Program Pemkab Kutim, KPP dan PAMA Konservasi Terumbu Karang di Pulau Miang Bersama Alien Mangrove

Juni 25, 2026
Perkuat Budaya Peduli Lingkungan di Sekolah Binaan, PAMA Dukung Sekolah Hijau dan Berkelanjutan

Perkuat Budaya Peduli Lingkungan di Sekolah Binaan, PAMA Dukung Sekolah Hijau dan Berkelanjutan

Juni 25, 2026
Dorong Desa Muara Bengalon Jadi Kampung Iklim, DLH Kutim dan PT Pamapersada Nusantara Bersinergi

Dorong Desa Muara Bengalon Jadi Kampung Iklim, DLH Kutim dan PT Pamapersada Nusantara Bersinergi

Juni 15, 2026

“Tidak cukup memenuhi kebutuhan kampus. Makanya menimbulkan masalah. Pembayaran gaji di bawah UMR saja tidak cukup. Apalagi untuk kebutuhan ATK, pembayaran listrik, kesehatan dan air,” sebutnya.

Ada pula anggaran insentif dan biaya untuk dosen-dosen di berbagai pertemuan, yang menjadi kewajiban sertifikasi. Termasuk kebutuhan praktikum dan wisuda yang dianggapnya butuh biaya.

“Biasa Stiper mendapat alokasi Rp 8 miliar, sekarang di bawah Rp 4 miliar. Tentu tidak mencukupi,” bebernya.

Selain itu, ada penyesuaian terhadap sistem informasi pemerintah daerah (SIPD), dari sistem informasi kabupaten (sikab). Tapi, dia bersyukur Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman dan Wakilnya Kasmidi Bulang sangat baik.

“Mereka tetap melanjutkan komitmen pemerintahan sebelumnya,” pungkasnya.

Wakil Ketua I Stiper Kutim Rosdianto tidak berbeda dengannya. Masalah komunikasi, kata dia, tidak benar adanya.

“Kami telah melaksanakan sesuai ketentuan,” tutupnya.

Perlu diketahui, Stiper Kutim merupakan perguruan tinggi pertama di Kutim. Sejak awal, didirikan untuk menciptakan sarjana pertanian (SP) asli daerah. Hal itu diwujudkan untuk menunjang perkebunan kelapa sawit yang luasnya mencapai 450.000 hektare.

Sehingga tenaga kerja yang dibutuhkan perusahaan perkebunan kelapa sawit sudah tersedia. Perusahaan juga tidak perlu lagi mendatangkan tenaga kerja dari luar Kutim. Selama ini, Pemkab Kutim mengalokasikan APBD untuk pembiayaannya. Kini, kampus tersebut sedang didera krisis keuangan.

DPRD Kutim pun memfasilitasi dengan menggelar RDP. Legislatif ingin mendengarkan persoalan yang menghambat operasionalnya, Selasa (12/4/2022). Ketua DPRD Kutim Joni menyebut, seluruh masalah harus segera diselesaikan. Apalagi menyangkut kesejahteraan dalam dunia pendidikan.

“Sebagai tahap awal, dewan akan membentuk panja (panitia kerja). Supaya bisa berkoordinasi dengan pihak terkait,” akunya.

Dia tidak menampik, masalah paling krusial adalah terjadi ketidaktransparanan antara pengurus Stiper dan pengurus Yayasan Stiper. Komunikasi antar keduanya dianggap kurang baik.

“Kalau komunikasinya baik, solusi pasti ada,” kata politikus PPP itu.

Selain itu, pihaknya memang terganjal regulasi terkait penganggaran. Pasalnya, pemerintah tidak bisa memberikan bantuan dua kali berturut-turut setiap tahunnya. Mengingat, Stiper bukan perguruan tinggi flat merah.

“Kami tetap berupaya mencari aturan yang bisa memaksimalkan bantuan. Bisa saja berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Termasuk berkomunikasi dengan pihak perusahaan,” tutupnya.

Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang mengatakan, pola penganggaran bantuan untuk Stiper telah dialokasikan melalui APBD murni dan perubahan. Sehingga tidak bisa diberikan secara dengan sepenuhnya. Namun, dipastikannya kebutuhan-kebutuhan tersebut terpenuhi dalam APBD perubahan.

“Persoalan anggaran bukanlah masalah krusial. Pemkab dan dewan selalu menyisihkan anggaran untuk dua kampus. Justru paling penting harus ada pembenahan struktur pengurus. Masa kepengurusannya habis dan harus diubah. Nanti ada uji kelayakan dan kepatutan. Supaya pengurus yayasan dan kampus benar-benar orang yang kompeten pada bidangnya,” kata politikus Golkar itu.

Adapun alokasi anggaran Rp 3,5 miliar untuk Stiper dan nilai yang sama untuk Sekolah Tinggi Agama Islam Sangatta (STAIS). Namun, setelah hasil kajian dan rapat bersama pengurus kampus, Stiper memerlukan Rp 6 Miliar dan STAIS Rp 4,4 Miliar, yang akan dialokasikan melalui APBD perubahan.

“Semua itu untuk satu tahun kegiatan, yang sesuai dengan hasil rapat dengan pengurus kedua yayasan, sekolah tinggi dan pemerintah. Jadi, bukan pemerintah yang memunculkan angka itu, tetapi hasil kebutuhan yang disampaikan,” pungkasnya.

Perlu diketahui, RDP itu juga dihadiri Plt Kadisdik Irma Yuwinda, Kabag Kesra Setkab Kutim Andi Rahman. Termasuk perwakilan IKA Stiper Sangatta, Ketua Yayasan Stiper Saipul Akhmad dan undangan lainnya. Nampak pula Wakil Ketua II DPRD Kutim Arfan. Anggota DPRD Kutim seperti Masdari Kidang, dr Novel Paembonan, Kajang Lahan, Basti Sanggalangi, David Rante, Yan, Jimmy, Sobirin Bagus dan Apansyah. (rk)

Tags: anggaranbaikbantahanbanyakberidisebutkebutuhankomunikasinyakutimpengurusperguruanRuangKaltimStipertidaktidak. mencukupitinggitransparanyayasan
Admin Redaksi

Admin Redaksi

Berita Terkait :

Sejalan dengan Program Pemkab Kutim, KPP dan PAMA Konservasi Terumbu Karang di Pulau Miang Bersama Alien Mangrove
Berita

Sejalan dengan Program Pemkab Kutim, KPP dan PAMA Konservasi Terumbu Karang di Pulau Miang Bersama Alien Mangrove

by Admin Redaksi
Juni 25, 2026
0

RUANGKALTIM.COM, KUTIM – Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pelestarian lingkungan pesisir dan laut, PT KPP Mining Distrik Indexim bersama PT Pamapersada Nusantara Site KPC Coal Mining Projects, berkolaborasi dengan...

Read more
Perkuat Budaya Peduli Lingkungan di Sekolah Binaan, PAMA Dukung Sekolah Hijau dan Berkelanjutan

Perkuat Budaya Peduli Lingkungan di Sekolah Binaan, PAMA Dukung Sekolah Hijau dan Berkelanjutan

Juni 25, 2026
Dorong Desa Muara Bengalon Jadi Kampung Iklim, DLH Kutim dan PT Pamapersada Nusantara Bersinergi

Dorong Desa Muara Bengalon Jadi Kampung Iklim, DLH Kutim dan PT Pamapersada Nusantara Bersinergi

Juni 15, 2026
Tingkatkan Kesadaran Autoimun, PAMA KPC dan Desa Siaga Swarga Bara Sukses Gelar Edukasi dan Donor Darah

Tingkatkan Kesadaran Autoimun, PAMA KPC dan Desa Siaga Swarga Bara Sukses Gelar Edukasi dan Donor Darah

Juni 15, 2026
Menuju Swasembada Daging, 11 Peternak Binaan LPB PAMA Banua Etam Ikut Pendampingan QCD Peternakan dan Sosialisasi Pembiayaan

Menuju Swasembada Daging, 11 Peternak Binaan LPB PAMA Banua Etam Ikut Pendampingan QCD Peternakan dan Sosialisasi Pembiayaan

Juni 12, 2026
Next Post
Kebakaran di Samarinda Ulu, Tujuh Meninggal Satu Kritis

Kebakaran di Samarinda Ulu, Tujuh Meninggal Satu Kritis

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related News

Kelompok Perempuan

Dukung Peningkatan Pendapatan Masyarakat, PT Indexim Coalindo Dampingi Kelompok Perempuan Pasarkan Produk Olahan

Agustus 17, 2023
Perda RTRW Kaltim Mesti Disosialisasikan, Jimmi: Libatkan Kabupaten Kota

Perda RTRW Kaltim Mesti Disosialisasikan, Jimmi: Libatkan Kabupaten Kota

Mei 24, 2024
4 Desa di Telen Tak Bisa Tambah Bangunan Baru, Aidil Fitri: Kapasitas Daya Listrik Terbatas

4 Desa di Telen Tak Bisa Tambah Bangunan Baru, Aidil Fitri: Kapasitas Daya Listrik Terbatas

November 29, 2025

Browse by Category

  • Berita
  • DISKOMINFO KUTIM
  • DPRD KUTIM
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Internasional
  • Kalimantan Timur
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Kutai Timur
  • Nasional
  • Olahraga
  • OPINI
  • Otomotif
  • Pembangunan
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perekonomian
  • Peristiwa
  • Politik
  • Uncategorized
  • Utama
Ruang Kaltim

© 2023 RUANGKALTIM.COM - Managed by Aydan Putra. All rights reserved.

Navigate Site

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Berita
    • Utama
    • Kalimantan Timur
    • Kutai Timur
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Nasional
    • Internasional
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Olahraga
  • OPINI
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa

© 2023 RUANGKALTIM.COM - Managed by Aydan Putra. All rights reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
footer