RUANGKALTIM.COM, KUTIM – Turnamen Sepak Bola Bumi Rapak Cup 2026, resmi dibuka di Stadion Buaya Rapak, Desa Bumi Rapak, Kecamatan Kaubun, Kabupaten Kutai Timur, Sabtu (1/8). Turnamen yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan RI ini, diikuti 40 kontingen dari berbagai wilayah dari Kutai Timur hingga Berau.
Pembukaan turnamen dihadiri Wakil Bupati Kutai Timur Mahyunadi, Anggota DPRD Kutai Timur Faisal Rachman, Camat Kaubun Syafranie, beserta Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Kaubun, Kepala Desa Bumi Rapak Padil Hidayat, serta Direktur Operasi PT Indexim Coalindo Anderson Ichwan.
Rangkaian acara diawali dengan penampilan marching band dan tarian tradisional yang dibawakan para pelajar setempat. Pembukaan turnamen kemudian ditandai dengan tendangan pertama ke gawang oleh Wakil Bupati Kutai Timur Mahyunadi, sebelum dilanjutkan dengan pertandingan perdana antara dua kontingen peserta.
Selain menyuguhkan kompetisi olahraga, penyelenggaraan Bumi Rapak Cup 2026 juga diramaikan dengan expo produk UMKM binaan PT Indexim Coalindo bersama mitra kerja, yang berasal dari berbagai desa di wilayah lingkar tambang di Kecamatan Kaliorang, Kaubun, dan Karangan.
Wakil Bupati Kutai Timur Mahyunadi, mengapresiasi kolaborasi pemerintah desa dan dunia usaha dalam mendukung penyelenggaraan kegiatan tersebut.
“Gotong royong antara perusahaan dan pemerintah akan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Direktur Operasi PT Indexim Coalindo, Anderson Ichwan, mengatakan bahwa perusahaan mendukung kegiatan yang mampu memperkuat kebersamaan masyarakat sekaligus mendorong tumbuhnya ekonomi lokal.
“Kami percaya kegiatan ini bukan hanya pertandingan sepak bola, tetapi juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antara masyarakat dan perusahaan,” ujarnya.
Anderson juga menambahkan, sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha menjadi modal penting dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan.
“Semoga hubungan dan kolaborasi yang baik antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat tetap terjalin. Sehingga berbagai program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat dapat berjalan, berdampak, dan berkelanjutan,” pungkas Anderson. (rk)









