RUANGKALTIM.COM, KUTIM – PT Pamapersada Nusantara (PAMA) Site KPC Coal Mining Projects, bersama tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) 52 Universitas Mulawarman (Unmul) Desa Swarga Bara, melaksanakan kunjungan ke Bank Sampah Pucuk Merah di RT 50 Desa Swarga Bara, Kecamatan Sangatta Utara, Kutai Timur, Selasa (11/08/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan monitoring berkala, sekaligus diskusi strategis terkait pengembangan operasional bank sampah.
Seperti diketahui, Bank Sampah Pucuk Merah merupakan unit pengolahan sampah berbasis masyarakat binaan PAMA KPCS, yang diresmikan sejak 2025 lalu. Kehadiran bank sampah ini menjadi salah satu pilar utama program lingkungan desa, dalam mendorong kemandirian pengolahan sampah terpadu di kawasan pemukiman warga.
Operasional Bank Sampah Pucuk Merah, berfokus pada penghimpunan sampah rumah tangga yang disetorkan oleh warga sekitar. Sampah yang terkumpul kemudian dipilah dan dipilih oleh para pengurus berdasarkan jenis materialnya, terkhusus untuk sampah anorganik seperti kardus, plastik, serta botol kemasan.
Kehadiran Bank Sampah ini mengajak warga lebih peka dalam menjaga kebersihan lingkungan, sekaligus membuktikan bahwa sampah memiliki nilai ekonomis jika dikelola dengan tepat. Salah satu inovasi unggulan yang perlu digencarkan kepada masyarakat Desa Swarga Bara, yakni pembuatan produk kerajinan tangan (handycraft), seperti tas dan kantong belanja bernilai jual yang memanfaatkan limbah daur ulang plastik.
Terpisah, CSR Department Head PT Pamapersada Nusantara Site KPC Coal Mining Projects, Agung Dwi menyampaikan, agenda monitoring berkala ini penting untuk memastikan setiap program binaan tetap berjalan pada relnya, dan memberi dampak positif yang berkelanjutan.

“Kami ingin memastikan bank sampah yang ada dapat terus berjalan secara konsisten dan mengalami peningkatan kapasitas dari waktu ke waktu. Harapannya, semangat inovasi ini memberi dampak nyata bagi kelestarian lingkungan dan kesejahteraan ekonomi warga Swarga Bara. Kami juga mengapresiasi tinggi partisipasi aktif mahasiswa KKN Unmul yang turut menyumbang ide-ide segar, serta gagasan kreatif demi memajukan manajemen bank sampah ini,” ungkap Agung.
Sementara itu, perwakilan pengurus Bank Sampah Pucuk Merah, Eka, menyampaikan apresiasi mendalam atas pendampingan teknis dan moral yang terus diberikan oleh pihak perusahaan maupun akademisi.
“Dukungan berkesinambungan ini membuat kami percaya diri dalam mengelola operasional, serta merancang inovasi pengolahan sampah. Ke depannya, kami berencana memperluas jangkauan nasabah ke RT sekitar, dan memperkenalkan kualitas produk kerajinan limbah plastik agar produk yang dihasilkan semakin bervariasi,” ujar Eka.
Melalui kemitraan yang terjalin antara PAMA, perguruan tinggi, dan masyarakat lokal, Bank Sampah Pucuk Merah diharapkan terus bertransformasi menjadi percontohan pengolahan sampah berbasis pemberdayaan warga di wilayah Kutai Timur. (rk)










