RUANGKALTIM.COM, KUTIM — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menegaskan komitmen kuatnya untuk menjaga kemurnian prestasi olahraga dari intervensi kepentingan politik praktis. Penegasan ini disampaikan oleh Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, menyusul langkah strategis pemerintah bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dalam merumuskan kebijakan dan penganggaran pembinaan atlet yang transparan serta akuntabel.
Mahyunadi mengingatkan bahwa arah kebijakan pembinaan prestasi olahraga harus berpijak sepenuhnya pada parameter prestasi yang objektif, bukan atas dasar pertimbangan politis sesaat. Meskipun dunia politik dan olahraga dapat berjalan berdampingan secara positif, ia memperingatkan bahwa pencampuran yang salah justru berpotensi merusak dan menghancurkan ekosistem pembinaan atlet yang telah dibangun dengan susah payah.
“Keputusan yang kita ambil memiliki dasar yang jelas—betul-betul dasar prestasi, bukan dasar pertimbangan politik. Politik dan olahraga baik kalau dipadukan, tetapi banyak juga olahraga rusak gara-gara politik,” ujar Mahyunadi.
Sebagai catatan sejarah dan bentuk kewaspadaan bersama, Mahyunadi mencontohkan kasus nyata yang pernah melanda klub sepak bola profesional tanah air di masa lalu, di mana politisasi anggaran berdampak fatal bagi kelangsungan klub ketika terjadi pergantian kepemimpinan daerah. Kondisi serupa, menurutnya, hampir pernah membayangi dinamika keolahragaan di Kutai Timur.
“Dulu klub sepakbola yang langganan juara, Sriwijaya FC. Begitu mau pilkada, Sriwijaya FC dijadikan etalase bagi salah satu calon bupati incumbent di sana. Ternyata, incumbent yang mendukung Sriwijaya FC itu kalah, begitu ganti pemimpin hancur klub tersebut dan Kutai Timur hampir terjadi,” ungkapnya.
Oleh karena itu, pemerintah daerah mengambil sikap tegas untuk melindungi seluruh insan olahraga dan cabang olahraga yang ada agar tetap fokus pada peningkatan prestasi tanpa harus terseret dalam arus kepentingan politik. Kepentingan pembinaan atlet jangka panjang harus ditempatkan di atas segalanya.
“Kita tetap pertahankan yang ada. Tidak boleh ada politik melukai prestasi. Kalau kita hancurkan ini, maka menciderai seluruh atlet-atlet olahraga ini,” pungkasnya dengan nada tegas. (adv/yp)










