RUANGKALTIM.COM, KUTIM – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kutai Timur, menggandeng PT Pamapersada Nusantara Site KPC Coal Mining Projects untuk menggelar sosialisasi Program Kampung Iklim (Proklim). Kegiatan yang dipusatkan di Balai Desa Muara Bengalon, Kecamatan Bengalon ini, dihadiri jajaran Perangkat Desa Muara Bengalon, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Karang Taruna, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Tokoh Adat, Kader Posyandu, Kader Pustu, Kepala Dusun 01, hingga Ketua RT 1, 2, dan 4 Desa Muara Bengalon.
Program ini bertujuan memperkuat keterlibatan masyarakat dan pemangku kepentingan, dalam meningkatkan kapasitas adaptasi perubahan iklim serta menekan emisi gas rumah kaca (GRK).
Dalam paparannya, perwakilan DLH Kutim, Harini dan Susilawati, menjelaskan bahwa efek gas rumah kaca memicu pemanasan global yang dampaknya kian nyata. Ancaman perubahan iklim ini meliputi fenomena cuaca ekstrem, ketidakpastian musim tanam, peningkatan potensi bencana hidrometeorologi, hingga ancaman terhadap kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan aksi mitigasi dan adaptasi yang terstruktur dari tingkat tapak (desa).
“Untuk itu, implementasi Proklim di Desa Muara Bengalon harus dilakukan secara bertahap dan konsisten. Mulai dari fase persiapan, perencanaan yang matang, hingga pelaksanaan di lapangan,” urai Harini.
Secara teknis, aksi adaptasi yang perlu digalakan meliputi pengendalian kekeringan dan banjir, penguatan ketahanan pangan lokal, antisipasi kenaikan muka air laut, serta pengendalian penyakit terkait iklim. Sementara di sektor mitigasi, warga diajak aktif melakukan pengelolaan sampah dan limbah padat, pemanfaatan limbah cair, efisiensi energi, pengurangan emisi dari sektor pertanian, konservasi hutan, hingga pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Sementara itu, perwakilan CSR PAMA, Aryawinang, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung pelestarian lingkungan hidup di sekitar wilayah operasional. Menurutnya, program ini bukan sekadar kewajiban sosial, melainkan investasi lingkungan demi menjaga pasokan oksigen dan kelestarian ekosistem masa depan.
“Kehadiran PAMA di sini adalah sebagai stimulan dan mitra strategis bagi calon desa Proklim. Kami tidak hanya memberikan dorongan motivasi, tetapi juga siap bersinergi dengan pemerintah desa dan DLH Kutim untuk mendampingi proses ini. Kami berharap stimulan dari dunia usaha dapat memicu kemandirian warga dalam mengelola potensi lingkungan. Sehingga Desa Muara Bengalon mampu bertransformasi menjadi Kampung Iklim yang hijau, sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi lokal yang berkelanjutan,” pungkasnya. (rk)









