RUANGKALTIM.COM, KUTIM – Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pelestarian lingkungan pesisir dan laut, PT KPP Mining Distrik Indexim bersama PT Pamapersada Nusantara Site KPC Coal Mining Projects, berkolaborasi dengan Forum Alien Mangrove melaksanakan program konservasi terumbu karang di Pulau Miang, Kabupaten Kutai Timur.
Program ini menjadi salah satu upaya nyata dalam menjaga ekosistem laut, sekaligus mendukung pengembangan wisata bahari yang berkelanjutan di wilayah tersebut. Bahkan sejalan dengan Program Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dalam membangun pariwisata unggulan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi konservasi terumbu karang, yang disampaikan oleh Forum Alien Mangrove kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pulau Miang. Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga ekosistem laut, khususnya terumbu karang yang berperan sebagai habitat berbagai biota laut dan penyangga keseimbangan ekosistem pesisir.
Setelah sosialisasi, dilaksanakan transplantasi terumbu karang jenis Acropora, salah satu jenis karang yang memiliki peran penting dalam pembentukan ekosistem terumbu karang tropis. Kegiatan transplantasi dilakukan dalam dua tahap, masing-masing sebanyak 25 media tanam pada tahap pertama dan 25 media tanam pada tahap kedua. Secara keseluruhan, program ini berhasil menanam sebanyak 50 media transplantasi dengan total 500 fragmen karang.
Jenis karang yang ditransplantasikan terdiri dari beberapa spesies yang memiliki peran penting dalam pembentukan dan pemulihan ekosistem terumbu karang. Di antaranya Acropora cervicornis, Acropora micropthalma, Acropora humilis, Acropora hyacinthus (karang meja hijau), Acropora acuminata, Acropora aculeus, serta Montipora danae (karang meja ungu).
Ketua Forum Alien Mangrove Sangatta, Faisal, menyampaikan terima kasih kepada PT KPP Mining dan PT Pamapersada Nusantara, atas dukungan yang diberikan dalam kegiatan konservasi tersebut.
“Kegiatan transplantasi terumbu karang yang kami lakukan terdiri dari dua tahap, dengan total 50 media transplantasi dan 1.000 fragmen karang yang ditanam. Kami mengucapkan terima kasih kepada PT KPP dan PT PAMA atas dukungan terhadap upaya konservasi yang kami lakukan. Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Pulau Miang, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan laut untuk generasi mendatang,” harapnya.

CSR PT KPP Mining Job Site Indexim, Agus Setiawan menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk sinergi antara perusahaan dan komunitas lingkungan dalam mendukung keberlanjutan ekosistem pesisir.
“Program transplantasi karang ini merupakan bentuk kerja sama antara PT KPP Mining, PT Pamapersada Nusantara, dan Alien Mangrove, untuk mendukung keberlanjutan lingkungan sekaligus mendukung pengembangan wisata bahari Pulau Miang di Kutai Timur, sebagai aset berharga daerah yang patut dijaga untuk Indonesia,” ungkapnya.
Apresiasi juga disampaikan oleh tokoh masyarakat Pulau Miang, Anwar Ashaf, yang mengucapkan terima kasih atas kepedulian berbagai pihak terhadap kelestarian lingkungan di wilayahnya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Forum Alien Mangrove, PT KPP Mining, dan PT Pamapersada Nusantara, yang telah peduli terhadap kelestarian lingkungan Pulau Miang melalui kegiatan konservasi terumbu karang ini. Semoga program ini terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta lingkungan laut di sekitar Pulau Miang,” ucapnya.
Sementara itu, CSR Department Head PT Pamapersada Nusantara Site KPC Coal Mining Projects, Agung Dwi menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program corporate social responsibility (CSR) perusahaan, yang berfokus pada aspek lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
“Sebagai bagian dari implementasi program CSR, PT PAMA dan PT KPP mendukung kegiatan konservasi ini. Melalui program konservasi terumbu karang, kami berharap kegiatan ini dapat menginspirasi banyak pihak untuk turut menjaga lingkungan laut. Selain itu, konservasi ini diharapkan mampu meningkatkan populasi ikan, menjaga keseimbangan ekosistem laut, serta mendukung pengembangan sektor Wisata Bahari di Pulau Miang,” jelasnya.
Perlu diketahui, terumbu karang memiliki peran penting sebagai habitat ikan dan berbagai biota laut lainnya. Keberadaan terumbu karang yang sehat tidak hanya mendukung kelestarian ekosistem laut, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat pesisir melalui sektor perikanan dan pariwisata.
Melalui kolaborasi antara perusahaan, komunitas lingkungan, pemerintah, dan masyarakat, program konservasi terumbu karang di Pulau Miang diharapkan menjadi langkah nyata dalam menjaga kekayaan bawah laut Kutai Timur. Upaya ini sekaligus menjadi kontribusi bersama dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, serta menjaga warisan alam Indonesia agar tetap lestari bagi generasi mendatang. (rk)









