Sekelompok perempuan duduk rapi di kursi plastik. Tubuh mereka sedikit membungkuk, mata fokus mengikuti garis pola pada kain. Tangan-tangan terampil bergerak cepat, mengatur benang, merapikan lipatan, lalu menekan pedal mesin dengan mantap. Sesekali mereka berhenti sejenak, menggunting sisa benang atau menyelaraskan kembali potongan kain yang menumpuk di meja. Gulungan kain warna-warni tersusun di sudut ruangan, menanti giliran untuk diubah menjadi pakaian siap pakai.
Tampak satu perempuan berhijab yang berjalan berkeliling. Terkadang ia berhenti sebentar di salah satu meja yang sedang menjahit. Memeriksa hasil jahitan dan memberikan masukan kepada rekannya. Sesekali ia melemparkan candaan untuk membuat suasana menjadi nyaman dan ceria dalam proses kerja menjahit.
Nur Aini namanya. Di usia paruh baya, ia masih energik membimbing sesama perempuan dari berbagai desa di Kecamatan Kaliorang, yang sedang praktik menjahit. Sebagai ketua Kelompok Kaliorang Jaya, serta memiliki pengalaman membuka usaha jasa jahit, Nur Aini memiliki pengetahuan dan pengalaman lebih untuk membimbing rekan-rekannya. Hal ini ditunjang juga dengan keterampilan mengajarnya sebagai lulusan sarjana pendidikan.
“Awalnya menjahit adalah hobi. Lambat-laun, menjahit adalah upaya untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” kata perempuan kelahiran Jepu-jepu ini.

Hampir dua dasawarsa lalu Nur Aini belajar menjahit di Bontang. Kali ini, ia memperkaya keterampilan menjahitnya beserta rekan-rekan perempuan dari berbagai desa di Kecamatan Kaliorang. PT Indexim Coalindo menyelenggarakan program pelatihan menjahit bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Mandiri Sangatta. Pelatihan menjahit disertai dengan pemberian bantuan mesin jahit dan perlengkapan menjahit lainnya ini, merupakan bagian dari inisiatif Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Indexim Coalindo.
“Tidak hanya dibimbing supaya mahir menjahit. Kami juga didampingi untuk mengembangkan usaha jahit berbasis kelompok bersama sesama ibu-ibu lainnya. Aspek-aspek pengelolaan kelompok juga mendapatkan perhatian dari PT Indexim Coalindo yang mendampingi kami secara intensif,” tutur ibu dua anak ini.
Kedepannya, Nur Aini berharap agar keterampilannya serta rekan-rekannya yang telah belajar menjahit semakin meningkat. Bahkan lebih percaya diri dalam mengembangkan usaha. Ia juga menekankan pentingnya kerja sama dalam kelompok, agar dapat menyatukan berbagai potensi yang ada. Dengan demikian skala usaha dan permintaan yang dilayani akan semakin besar.
Menjelang siang, tumpukan jahitan rapi mulai bertambah, menjadi bukti kerja keras yang dilakukan bersama. Dalam kegiatan menjahit yang dilakukan Nur Aini bersama para perempuan di Kaliorang, bukan hanya pakaian yang dirajut dengan benang. Tetapi juga semangat kebersamaan dan ketekunan untuk meningkatkan perekonomian keluarga. Satu jahitan demi satu jahitan. (rk)









