RUANGKALTIM.COM, KUTIM – Sebagai upaya membangun pondasi mental dan disiplin siswa sejak dini, SMK 2 Sangatta yang merupakan sekolah binaan PT Pamapersada Nusantara Site KPC Coal Mining Project, menggelar workshop bertajuk “Membaca Karakter dan Kesehatan Mental Siswa”. Kegiatan ini berlangsung khidmat di Aula SMK 2 Sangatta, Selasa (31/3/2026).
Dihadiri perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 2 Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), manajemen PT Kaltim Prima Coal (KPC), serta sejumlah rekan guru dari sekolah sekitar, seperti SMK Muhammadiyah dan SMK 1 Sangatta Selatan. Kegiatan ini juga dihadiri pakar karakter, Eva Dipanti Tumba, sebagai narasumber utama.
Mewakili Kepala Sekolah SMK 2 Sangatta, Nahriana yang menjabat sebagai bagian kurikulum, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini. Menurutnya, karakter adalah faktor utama yang menentukan keselamatan dan masa depan siswa di luar fasilitas fisik yang ada.
“Karakter adalah ‘mesin utama’ dari keselamatan anak didik kita. Melalui program PAMA ini, pembinaan tidak hanya terpaku pada fasilitas fisik atau rambu-rambu semata. Tetapi menyentuh aspek fundamental, yaitu mentalitas dan kedisiplinan,” ujar Nahliana.
Ia berharap materi workshop ini dapat segera diimplementasikan di dalam kelas. “Agar guru lebih memahami karakter unik setiap siswa. Sehingga disiplin dapat terbentuk secara alami dalam keseharian mereka,” tambahnya.
Program PAMA Safe School: Menyiapkan SDM Unggul
Perwakilan CSR Dept Head PT Pamapersada Nusantara Site KPC Coal Mining Project, Agung Dwi menjelaskan, workshop ini merupakan bagian dari program berkelanjutan bertajuk PAMA Safe School. Saat ini, terdapat empat sekolah binaan PAMA di wilayah tersebut, termasuk satu SMA di Bengalon.
“Program ini sudah memasuki tahun kedua. Sebagai bentuk pengembangan serius, Minggu mendatang kami akan memberangkatkan empat orang ke Surabaya untuk mengikuti pelatihan intensif selama sepuluh hari,” ungkap Agung.
Agung menekankan, konsen utama perusahaan adalah penanaman nilai Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup(K3LH) sejak di bangku sekolah. Hal ini penting agar saat siswa mulai memasuki dunia kerja atau melakukan magang, mereka sudah memahami standar disiplin perusahaan yang ketat.
“Kami ingin melihat dampak nyata bagi para guru dan penerima manfaat. Harapannya, lulusan memiliki mental dan karakter yang siap berkompetisi serta siap terjun ke lapangan dengan standar disiplin tinggi,” harapnya
Apresiasi senada datang dari Ruth Deiche, Perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 2 Provinsi Kaltim. Pihak Disdik menyampaikan terima kasih atas kontribusi aktif sektor swasta dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkualitas di Kutai Timur.
“Kami sangat bersyukur acara ini terlaksana. Peran perusahaan dalam membentuk karakter siswa saat ini sangat krusial. Kami berharap kegiatan positif seperti ini bisa terus berkelanjutan di masa depan,” pungkas Ruth Deiche perwakilan Disdik. (rk)









