RUANGKALTIM.COM, KUTIM – Sebanyak 11 peternak binaan LPB PAMA BANUA ETAM mengikuti Pendampingan Quality, Cost, Delivery (QCD) Peternakan, sekaligus Sosialisasi Pembiayaan yang diselenggarakan di Rumah Potong Hewan (RPH) Kabupaten Kutai Timur, Selasa (10/6/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem peternakan lokal melalui sinergi antara pemerintah daerah, sektor perbankan, perusahaan, dan masyarakat peternak.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala RPH Kutai Timur Joko Waluyo, perwakilan manajemen Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kaltimtara Desy, serta Ketua Koperasi Merah Putih Desa Swarga Bara, Rudy. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung pengembangan usaha peternakan yang berkelanjutan di Kabupaten Kutai Timur.
Dalam sesi sosialisasi, pihak BPD Kaltimtara menyampaikan kesiapan untuk menjalin kerja sama melalui program pembiayaan P4S dengan mitra binaan LPB PAMA, khususnya yang bergerak di sektor peternakan. Program ini diharapkan dapat memberikan akses permodalan yang lebih luas bagi peternak. Terutama untuk meningkatkan kapasitas usaha dan produktivitas ternak mereka.
Para peternak binaan LPB PAMA akan mengajukan pembiayaan dengan nilai minimal Rp1,5 miliar. Skema pembiayaan tersebut dirancang dengan jangka waktu pengembalian selama satu tahun dan direncanakan untuk dilanjutkan dengan pengajuan pembiayaan kembali pada periode berikutnya, guna mendukung keberlanjutan usaha peternakan.
Selain dukungan pembiayaan, aspek pemasaran juga menjadi fokus utama dalam kegiatan ini. Koperasi Merah Putih Desa Swarga Bara menyatakan kesiapannya untuk membantu proses distribusi daging hasil pemotongan dari RPH Kutai Timur kepada pasar dan konsumen. Dukungan ini diharapkan mampu memperkuat rantai pasok dan memperluas akses pemasaran bagi para peternak lokal.
Sementara itu, pihak RPH Kabupaten Kutai Timur menegaskan kesiapan fasilitasnya sebagai tempat pemotongan dan penitipan hewan siap potong. Hal ini didukung dengan status RPH yang telah memiliki sertifikasi halal, sehingga dapat menjamin kualitas dan keamanan produk yang dihasilkan.
Melalui program ini, diharapkan tercipta sinergi yang kuat antara Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, BPD Kaltimtara, PT Pamapersada Nusantara (PAMA), Koperasi Merah Putih Desa Swarga Bara, dan para peternak lokal. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya bersama dalam memperkuat fasilitasi pemasaran, meningkatkan kapasitas usaha peternakan, serta mewujudkan cita-cita Kabupaten Kutai Timur sebagai daerah yang mandiri dan swasembada daging di masa mendatang. (rk)









