RUANGKALTIM.COM, KUTIM — Pembangunan infrastruktur dasar dan pembukaan konektivitas antar wilayah di Kabupaten Kutai Timur terus menjadi fokus utama pemerintah daerah. Dalam Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Tahun Anggaran 2026, alokasi anggaran kembali difokuskan untuk merampungkan berbagai proyek strategis melalui skema Tahun Jamak atau Multi-Year Contract (MYC).
Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menjelaskan bahwa skema pendanaan tahun jamak ini sangat krusial dan mendesak untuk dilanjutkan. Langkah tersebut diambil guna merespons tantangan geografis Kutim yang luas, di mana tingkat kemantapan infrastruktur jalan penghubung antar-kecamatan dan desa masih memerlukan kerja keras dan intervensi anggaran yang berkelanjutan.
Sebagai contoh nyata, Ardiansyah membeberkan sejumlah wilayah yang akses darat saat ini masih dalam proses penuntasan. Ruas jalan vital menuju wilayah Sandaran hingga ke ujung Desa Sandaran, serta jalur penghubung di Muara Bengkal yang menembus hingga ke kawasan Mulungan, menjadi beberapa prioritas utama yang terus digenjot pembangunannya agar segera dapat dinikmati oleh masyarakat secara utuh.
“Masih ada beberapa, karena memang MY itu di antaranya untuk jalan dan itu yang memang kita butuhkan. Konektivitas jalan kita kan masih belum matang,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Bupati merinci bahwa saat ini tercatat kurang lebih ada 13 item proyek berskema Multi-Year Contract yang dimasukkan ke dalam perencanaan anggaran. Proyek-proyek ini dirancang secara terukur dengan target jangka menengah yang realistis guna mendongkrak persentase kemantapan jalan kabupaten secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
“Makanya saya berpikir mudah-mudahan dalam 3 tahun ke depan ini, paling tidak mantap jalan kita itu bisa naik ke 50% atau 60% sudah cukup,” tegasnya penuh optimisme.
Melalui konsistensi penganggaran lewat 13 paket MYC dalam P-APBD 2026 ini, Pemkab Kutim optimis hambatan isolasi wilayah perlahan dapat diatasi. Pemerataan pembangunan infrastruktur jalan ini diharapkan mampu memperlancar arus distribusi logistik, mendongkrak perekonomian pedesaan, serta mempermudah mobilitas harian warga di seluruh penjuru Kutai Timur. (adv/yp)










