RUANGKALTIM.COM, KUTIM — Pertumbuhan ekonomi daerah yang solid harus berjalan selaras dengan peningkatan tingkat kesejahteraan hidup masyarakat. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur terus menaruh perhatian serius terhadap indikator Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita sebagai cerminan utama pemerataan nilai ekonomi dan tingkat pendapatan warga di seluruh wilayah “Bumi Untung Benua”.
Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, mengungkapkan bahwa pada tahun 2025 lalu, PDRB per kapita Kabupaten Kutai Timur tercatat mencapai angka Rp 325,07 juta. Capaian ini menunjukkan kapasitas nilai ekonomi daerah yang tergolong sangat tinggi di tingkat regional.
Tidak berpuas diri dengan capaian tersebut, Pemkab Kutim telah merancang akselerasi target yang terukur untuk tahun-tahun mendatang. Pada dokumen Perubahan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026, indikator PDRB per kapita dipatok untuk meningkat menjadi sekitar Rp 348 juta.
Selanjutnya, dalam rancangan RKPD Tahun 2027, target PDRB per kapita kembali ditingkatkan hingga menyentuh angka Rp 354,54 juta.
“Kita juga terus memperhatikan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang tercermin dari PDRB per kapita,” ujarnya.
Dirinya menggarisbawahi bahwa peningkatan PDRB per kapita tidak boleh dimaknai sekadar lonjakan angka statistik ekonomi semata. Lebih dari itu, angka tersebut membawa tantangan moral bagi pemerintah daerah untuk memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi yang terjadi benar-benar memberikan dampak nyata dan dirasakan langsung di kantong-kantong pendapatan masyarakat.
Guna mewujudkan pemerataan kesejahteraan tersebut, Pemkab Kutim akan terus memacu berbagai kebijakan strategis. Langkah fokus yang diambil meliputi perluasan kesempatan kerja baru, peningkatan kapasitas dan produktivitas warga lokal, penguatan sektor usaha mikro dan menengah (UMKM), serta penciptaan iklim investasi ramah lingkungan yang memberikan kemanfaatan langsung bagi kemajuan Kabupaten Kutai Timur.
“Karena itu, pemerintah akan terus mendorong kebijakan yang memberikan manfaat bagi daerah dan masyarakat Kutai Timur,” tegasnya. (adv/yp)










