RUANGKALTIM.COM, KUTIM — Keberlangsungan kebudayaan daerah tidak lagi sekadar dipandang sebagai simbol identitas semata, melainkan memiliki daya dorong ekonomi yang strategis bagi kesejahteraan masyarakat. Penegasan ini disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Tata Kelola Lembaga Kesenian Tradisional yang dihelat pada 10 hingga 12 September 2026 di Hotel Zenova Royale.
Di hadapan para pegiat seni dan peserta yang hadir, Mahyunadi mengawali arahannya dengan menekankan filosofi dasar kecintaan terhadap identitas bangsa. Menurutnya, eksistensi dan martabat sebuah daerah sangat ditentukan oleh seberapa konsisten masyarakatnya dalam merawat warisan leluhur.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai, melestarikan budayanya. Dengan budaya yang lestari kita bisa mendapatkan income bagi negara,” ujar Mahyunadi (10/9/2026).
Lebih jauh, ia membeberkan tiga pilar utama yang menjadi motor penggerak sektor pariwisata dan peningkatan fiskal daerah. Jika suatu wilayah ingin mendulang devisa dan pendapatan asli dari sektor pelancongan, maka pengembangan wajib bertumpu pada salah satu dari tiga elemen kunci tersebut.
“Setidaknya punya tiga hal kalau kita ingin mengembangkan wisata. Hal pertama adalah panorama, keindahan alam. Yang kedua adalah budaya. Yang ketiga wisata religi,” tegasnya.
Berdasarkan hal tersebut, Mahyunadi menilai penyelenggaraan Bimbingan Teknis Tata Kelola Lembaga Kesenian Tradisional memegang peranan yang sangat krusial. Pelatihan ini dipandang sebagai instrumen taktis untuk mengangkat kekayaan seni budaya lokal agar semakin dikenal luas, terkelola secara profesional, dan bernilai ekonomis tinggi.
Mengakhiri arahannya, ia berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti rangkaian kegiatan selama tiga hari tersebut dengan sungguh-sungguh hingga tuntas. Ia juga meminta para mentor dan panitia penyelenggara agar menjadikan poin-poin arahannya sebagai rujukan strategis dalam merumuskan kebijakan pelestarian budaya tradisional ke depan.
“Harapannya masukan saya hari ini agar kiranya bisa dipertimbangkan untuk dijadikan rujukan dalam pelaksanaan pelestarian budaya tradisional kita,” pungkasnya. (adv/yp)










