RUANGKALTIM.COM, KUTIM — Kabar menggembirakan kembali datang bagi para pelajar dan orang tua murid di Kabupaten Kutai Timur. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim memastikan bahwa program bantuan beasiswa daerah siap didistribusikan secara menyeluruh pada akhir September atau paling lambat awal Oktober mendatang, menyusul proses verifikasi dan analisis akhir yang hampir rampung.
Kepala Disdikbud Kutai Timur, Mulyono, mengungkapkan bahwa sebagian proses pencairan telah berjalan, sementara sisanya tengah memasuki tahap finalisasi agar dana bantuan dapat segera diterima oleh para peserta didik yang berhak.
“Sebagian sudah berjalan dan full, sebagian juga masih dalam proses. Di akhir September atau awal Oktober ini kita distribusikan,” ujar Mulyono.
Diketahui, program beasiswa daerah ini terbagi menjadi dua kategori utama, yakni beasiswa bagi para penghafal Al-Qur’an (hafiz) serta beasiswa stimulan reguler yang menyasar tingkat pendidikan dasar dan menengah (SD dan SMP). Seluruh kriteria maupun kuota penerima manfaat telah ditetapkan secara transparan sesuai data valid.
Berdasarkan rincian anggaran yang disiapkan, besaran nominal beasiswa disesuaikan dengan jenjang pendidikan dan kategori program. Untuk program beasiswa penghafal Al-Qur’an, siswa tingkat SD mendapatkan alokasi sebesar Rp 2,5 juta, sementara tingkat SMP sebesar Rp 3 juta. Adapun untuk kategori beasiswa stimulan, siswa tingkat SD menerima Rp 1 juta dan tingkat SMP sebesar Rp 1,5 juta.
Dari sisi kuota penerima, program ini menjangkau puluhan ribu pelajar di Kutai Timur. Rinciannya mencakup 12.000 penerima untuk tingkat SD dan 2.500 penerima untuk tingkat SMP pada jalur stimulan. Sementara itu, khusus untuk beasiswa penghafal Al-Qur’an, total penerima mencapai 1.000 orang yang terdiri dari 700 pelajar SD dan 300 pelajar SMP.
Melalui guliran berbagai program bantuan pendidikan gratis hingga penyaluran beasiswa ini, Mulyono menaruh harapan besar agar beban finansial para orang tua dapat diringankan secara signifikan. Pemerintah berkomitmen penuh untuk memastikan tidak ada anak di Kutai Timur yang terpaksa putus sekolah, sekaligus memotivasi peningkatan prestasi belajar agar suasana pendidikan semakin nyaman dan menyenangkan.
“Dengan adanya beberapa bantuan gratis, seperti beasiswa dan segala macam, orang tua menjadi terbantukan. Kemudian, anak-anak menjadi menyenangkan, pendidikannya lebih nyaman, tidak ada anak putus sekolah, dan prestasi anak-anak juga meningkat,” pungkasnya. (adv/yp)










