RUANGKALTIM.COM, KUTIM – SMKN 2 Sangatta Utara terus mematangkan langkah menuju sekolah berwawasan lingkungan, melalui pelatihan intensif bagi Tim Adiwiyata sekolah, Kamis (23/4/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari program pendampingan untuk memastikan pemenuhan kriteria Adiwiyata dapat tercapai secara mandiri.
Dalam agenda ini, PT Pamapersada Nusantara Site KPC Coal Mining Project, memberikan stimulan bantuan berupa pendampingan teknis yang selaras dengan pilar Pama Safe School. Pelatihan teknis ini menyasar aspek-aspek krusial penilaian Adiwiyata, terutama dalam manajemen ruang publik hijau melalui teknis pengolahan lahan dan pemupukan.
Tim Adiwiyata sekolah mendapatkan pelatihan intensif mengenai teknik penataan dan penggemburan lahan, untuk mengoptimalkan area terbuka di sekolah. Termasuk edukasi mengenai penggunaan pupuk yang efektif dan ramah lingkungan, guna mendukung kelestarian vegetasi di lingkungan sekolah.
Dalam pelaksanaannya, pelatihan ini dimentori oleh praktisi dari UMKM pertanian binaan PT Pamapersada Nusantara Site KPC Coal Mining Project, Eko Wahyudi, yang membantu memberikan arahan teknis kepada para peserta. Ibu Sartje, perwakilan SMKN 2 Sangatta Utara, menekankan bahwa keterlibatan aktif warga sekolah dalam pelatihan ini adalah kunci utama.
“Dukungan yang diberikan PAMA sangat penting bagi kami. Namun, kolaborasi internal warga sekolah untuk membangun sekolah adiwiyata secara mandiri jauh lebih diutamakan,” ungkapnya.
Terpisah, CSR Dept Head PT Pamapersada Nusantara Site KPC Coal Mining Project, Agung Jati menegaskan, keberhasilan program ini diukur dari seberapa kuat kemandirian sekolah dalam menjaga lingkungannya.

“Kami memberikan stimulan bantuan dari sisi lingkungan yang terintegrasi dengan program Pama Safe School. Harapan kami, pelatihan ini menjadi pemantik bagi SMKN 2 Sangatta Utara untuk terus berinovasi dalam mengelola sekolah yang aman dan hijau,” ujarnya.
“PAMA fokus pada penguatan kapasitas sekolah agar standar Adiwiyata ini menjadi budaya harian yang dikelola secara mandiri oleh pihak sekolah,” tambahnya.
Kegiatan ini diakhiri dengan praktik lapangan sebagai simulasi pengelolaan lahan hijau sekolah. Lewat kolaborasi ini, Pama ingin terus menjadi mitra yang siap mendukung program-program positif dari sekolah binaan di sekitar wilayah operasional. (rk)








