
RUANGKALTIM.COM, KUTIM – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur, Ardiansyah mengungkap, konektivitas jalan di wilayah Kecamatan Sandaran (dapil 5), masih menjadi pekerjaan rumah. Namun, kabar baiknya proyek jalan yang paling vital kini tengah digarap serius melalui skema multi years contract (MYC).
Ya, infrastruktur yang paling krusial di Sandaran adalah pembangunan jalan yang selama ini memutus akses warga. Contoh paling nyata adalah rute menuju Manubar.
“Jalan di sana (Sandaran) banyak memutus akses. Seperti kalau kita mau ke Manubar, harus muter melewati Berau dulu. Itu yang harus jadi perhatian,” ujar Ardiansyah.
Untuk mengatasi masalah akses ini, proyek jalan Seriung–Manubar kini telah dilanjutkan dan menjadi prioritas. Proyek pembangunan jalan yang menghubungkan Tanjung Mangkaliat-Manubar, kata dia, telah masuk tahun kedua dari skema MYC.
“Skema ini dipilih karena besarnya anggaran yang dibutuhkan. Sehingga menjamin proyek strategis ini akan tuntas,” tuturnya.
Selain dana pemerintah, upaya percepatan juga dilakukan melalui kolaborasi. Sekitar 17 kilometer jalur direncanakan akan dibuka dengan bantuan dan kesepakatan dari perusahaan perkebunan kelapa sawit setempat.
Untuk memastikan pembangunan berjalan lancar dan tidak terbentur regulasi, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kutim, dipastikannya sudah turun tangan.
“Mereka melakukan penentuan titik agar lokasi pembangunan jalan tidak bersinggungan dengan HGU (Hak Guna Usaha) atau izin perusahaan lain,” sebutnya.
Ketua Komisi C itu melanjutkan, solusi yang diambil adalah dengan memilih akses jalur pesisir yang dianggap lebih aman. Jalur baru ini akan dibangun di atas perbukitan dan nantinya melintasi persimpangan destinasi wisata Tanjung Perak.
“Kalau jalan ini rampung, konektivitas di Sandaran akan pulih total. Potensi pariwisata luar biasa di Tanjung Perak akan dapat dikelola dan dinikmati. Tentunya berimbas pada perekonomian lokal,” pungkasnya. (adv/rk)










