RUANGKALTIM.COM, KUTIM — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur mematok target tinggi dari penyelenggaraan Pekan Raya Expo Kutai Timur 2026. Pemerintah daerah menegaskan bahwa tolok ukur utama keberhasilan event tahunan ini tidak hanya diukur dari membludaknya jumlah pengunjung atau meriahnya acara, melainkan dari dampak berkelanjutan yang nyata pasca-pameran usai.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Setkab Kutim, Trisno, menjelaskan struktur target keberhasilan Expo Kutim 2026 yang terbagi dalam tiga tahap berkesinambungan. Selama 7 hari pelaksanaan pameran, masyarakat dapat mengakses informasi capaian program pemerintah secara akurat, produk UMKM lokal bertemu langsung dengan pembeli, serta wirausaha daerah berinteraksi dengan jajaran perbankan dan konsorsium perusahaan swasta.
Kemudian pasca-event, kualitas pelayanan publik semakin cepat dan transparan berkat masukan warga, UMKM memperoleh kepastian pasar, kemudahan pembiayaan, pendampingan modal, serta terjalinnya kemitraan bisnis yang berlanjut.
Lalu, terwujudnya visi besar pembangunan daerah 2025–2029. Struktur ekonomi yang semakin beragam menjadikan Kutai Timur Tangguh, kemandirian usaha desa menjadikan Kutai Timur Mandiri, serta kualitas produk lokal yang menguasai pasar menjadikan Kutai Timur Berdaya Saing.
“Keberhasilan Kutim Expo tidak hanya dapat kita ukur dari banyaknya pengunjung, tetapi dari apa yang berlanjut setelah pameran ini usai. Transaksi yang terus berjalan tidak terhenti saat kegiatan ini saja, kemitraan yang terwujud bukan hanya sebatas rencana, serta pelayanan publik yang terbukti semakin baik,” tegas Trisno (12/10/2026).
Guna memastikan target-target strategis tersebut tercapai, Asisten I itu mengimbau seluruh perangkat daerah untuk secara transparan menyajikan data kinerja dan layanan publik terbaik di stan masing-masing. Di saat yang sama, dunia usaha diminta membuka pintu kemitraan seluas-luasnya bagi wirausaha lokal.
Trisno juga mengajak seluruh lapisan masyarakat Kutai Timur untuk meramaikan ajang pameran ini dengan memborong produk-produk lokal, menjaga ketertiban dan kesehatan, serta aktif memberikan masukan konstruktif bagi perbaikan pelayanan pemerintah.
“Mari kita jadikan Expo ini sebagai ajang bersama untuk membela dan membeli produk daerah sendiri, sekaligus memperkuat kolaborasi menuju Kutai Timur yang Tangguh, Mandiri, dan Berdaya Saing,” pungkasnya. (adv/yp)










