
RUANGKALTIM.COM, KUTIM – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur (Kutim), Aidil Fitir menyoroti potensi besar energi terbarukan dari perkebunan sawit yang belum dimaksimalkan di wilayah mereka. Dengan Kutim sebagai salah satu sentra penghasil sawit terbesar, pihaknya pun mendesak pemerintah dan perusahaan untuk mengadopsi skema pemanfaatan limbah sawit sebagai sumber energi listrik.
Aidil mengungkapkan, meskipun ada beberapa lokasi yang sudah mandiri listrik, seperti di area PT Telen. Namun sebagian besar daerah, khususnya yang dikelilingi pabrik sawit, belum menikmati listrik dari sumber alternatif tersebut.
“Di daerah kami (dapil 4), belum sama sekali ada pemanfaatan limbah sawit untuk listrik,” ujarnya prihatin.
Padahal, kata dia, limbah sawit seperti cangkang, tandan kosong (tankos), bahkan minyak kotor, memiliki potensi tinggi untuk diubah menjadi energi melalui teknologi seperti biogas. Anggota Komisi A itu secara spesifik menunjukkan keberhasilan yang telah dilakukan di kabupaten tetangga, Kutai Kartanegara (Kukar), sebagai model yang harus ditiru oleh Kutim.
“Seharusnya kita mengambil contoh seperti yang dilakukan PT Rea Kaltim,” sebutnya.
Sebagai informasi, PT Rea Kaltim di Kukar menyuplai listrik ke tiga kecamatan. Seperti Tabang, Kenohan, dan Semayang, dengan memanfaatkan limbah sawit. Prosesnya adalah pemanfaatan limbah sawit diolah menjadi bahan bakar biogas. Energi listrik yang dihasilkan perusahaan tersebut kemudian dijual ke Perusahaan Listrik Negara (PLN). Lalu, PLN lantas mendistribusikannya kepada masyarakat di sekitar wilayah tersebut.
Adili berharap, pemerintah bergerak cepat dengan kelebihan lahan perkebunan sawit yang melimpah, sehingga dapat memfasilitasi kerja sama tersebut.
“Semoga ke depan pemerintah memikirkan ini, karena kita kelebihan perkebunan sawit. Semoga bisa dimanfaatkan untuk energi terbarukan,” pungkasnya.
Pemanfaatan limbah sawit tidak hanya akan mengurangi masalah limbah industri tetapi juga akan menjadi solusi konkret untuk mengatasi defisit listrik di pelosok Kutim, sekaligus mewujudkan komitmen pada energi bersih dan terbarukan. (adv/rk)










