RUANGKALTIM.COM, KUTIM — Kabar gembira datang bagi masyarakat di wilayah pesisir Kabupaten Kutai Timur, khususnya warga Pulau Miang. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur bersama instansi terkait terus menggenjot solusi konkret guna menuntaskan persoalan infrastruktur dasar, salah satunya terkait pemerataan akses kelistrikan di tiga desa terpencil.
Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, mengungkapkan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan beberapa opsi strategis dalam mengalirkan listrik secara maksimal ke wilayah-wilayah yang selama ini belum tersentuh jaringan utama. Khusus untuk kawasan Pulau Miang, pemerintah merancang skema peralihan suplai daya menggunakan sistem kelistrikan komunal yang dikelola langsung oleh PT PLN (Persero).
Selama ini, warga Pulau Miang menikmati fasilitas listrik mandiri yang bersifat gratis dengan tarif flat per rumah. Kendati demikian, sistem yang ada saat ini memiliki keterbatasan daya yang cukup signifikan, sehingga warga kerap mengeluhkan ketidakmampuan jaringan untuk menopang penggunaan alat elektronik rumah tangga berdaya menengah ke atas, seperti lemari es (kulkas) dan perangkat elektronik lainnya.
“Sudah ada rencana beberapa opsi. Untuk di Pulau Miang itu rencana pakai listrik komunal PLN. Kalau sekarang komunal saja tapi bukan komunal PLN. Tinggal nanti apakah masyarakat desa itu bersedia menyambung PLN dan bersedia bayar tarif,” ujar Mahyunadi.
Ia menjelaskan bahwa kehadiran listrik komunal PLN nantinya akan memberikan keleluasaan lebih besar bagi masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidup sehari-hari. Dengan kapasitas daya yang jauh lebih memadai, warga setempat tidak perlu lagi khawatir ihwal keterbatasan penggunaan perabot elektronik penunjang ekonomi keluarga.
Kendati demikian, peralihan pengelola kepada badan usaha milik negara tersebut juga menuntut penyesuaian administratif dan operasional di tingkat warga. Konsekuensi logis dari peningkatan kualitas layanan dan penambahan daya ini adalah kesiapan masyarakat untuk mematuhi regulasi tarif resmi yang berlaku di PLN, mengingat standar layanan yang diberikan tentu akan jauh lebih optimal dan handal.
“Dengan adanya PLN komunal nanti, maka di sana bisa tambah daya untuk masyarakat. Tapi konsekuensinya harus ikuti tarif yang ada pada PLN, karena operatornya adalah PLN,” pungkas Mahyunadi. (adv/yp)










