RUANGKALTIM.COM, KUTIM — Penyelenggaraan Pekan Raya Expo Kutai Timur 2026 tidak sekadar hadir sebagai panggung hiburan dan keramaian tahunan masyarakat. Lebih dari itu, event yang digelar selama 7 hari penuh dimulai sejak 12 hingga 18 Oktober 2026 ini dirancang sebagai wadah akuntabilitas publik, ruang inovasi pelayanan daerah, serta pendorong utama pertumbuhan ekonomi kerakyatan secara inklusif.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Setkab Kutim, Trisno, dalam laporannya membedah makna mendalam di balik logo peringatan HUT ke-27 Kabupaten Kutai Timur yang menjadi penggerak spirit Expo tahun ini. Logo tersebut dihiasi oleh tiga elemen sapuan warna filosofis.
“Sapuan Pertama (Ombak & Alur Sungai – Berdaya), melambangkan ketangguhan masyarakat Kutim yang berdaya. Sebagaimana para nelayan menaklukkan ombak Selat Makassar dan masyarakat di Daerah Aliran Sungai (DAS) yang mampu mempertahankan eksistensinya hingga Kutai Timur berdiri tegak di usia 27 tahun,” ujarnya (12/10/2026).
Kemudian, Sapuan Kedua (Daun Padi Hijau – Tumbuh), menggambarkan hamparan padi yang tumbuh merata seperti di Kaubun dan Kongbeng. Poin ini membawa harapan agar ekonomi makro, pelaku usaha besar, serta ekonomi kerakyatan dapat tumbuh berdampingan secara merata.
Lalu, Sapuan Ketiga (Matahari Terbit & Siluet Kantor Bupati – Bersama), menegaskan komitmen untuk menyolidkan seluruh elemen—pemerintah, swasta, pelaku usaha, dan masyarakat dalam satu barisan menuju visi Kutai Timur yang Tangguh, Mandiri, dan Berdaya Saing hingga 2029.
“Expo Kutim 2026 diselenggarakan bukan hanya sebagai wujud euforia dan bukan pula sekadar menjadi keramaian tahunan. Tujuan utamanya adalah memberikan ruang bagi setiap perangkat daerah untuk menyampaikan hasil kerja serta inovasi layanan dalam pelaksanaan RPJMD 2025–2029 langsung kepada masyarakat,” terang Trisno.
Melalui pameran ini, masyarakat dapat melihat, berinteraksi, serta menilai kinerja pemerintah daerah secara terbuka, sekaligus memberikan masukan konstruktif demi pelayanan publik yang lebih tepat sasaran.
Antusiasme peserta Expo Kutim 2026 tercatat sangat tinggi dengan total 231 peserta. Terdiri dari 39 Perangkat Daerah, 18 Kecamatan, 3 Instansi Vertikal, 4 Perusahaan Pertambangan, 1 Stand Konsorsium Gabungan Perusahaan Perkebunan se-Kutim, 3 Lembaga Perbankan, 3 Organisasi/Lembaga, serta 160 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Ekonomi Kreatif.
Menariknya, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur memfasilitasi seluruh 160 stan bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif tersebut secara gratis tanpa dipungut biaya sepeser pun. Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen Pemkab Kutim dalam memberikan ruang seluas-luasnya bagi produk lokal agar semakin dikenal dan naik kelas. (adv/yp)










