
RUANGKALTIM.COM, KUTIM – Semangat baru untuk menghidupkan ekonomi kerakyatan dibawa pulang oleh Anggota DPRD Kutai Timur Akbar Tanjung, setelah menghadiri Bimbingan Teknis Nasional (Bimteknas) PKS pada 10-12 November 2025 lalu.
Dalam agenda yang dihadiri langsung oleh Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Akbar menangkap pesan optimisme yang kuat dari pemerintah pusat, terkait program Koperasi Merah Putih. Semangat ini dinilai setara dengan antusiasme pemerintah dalam menjalankan program makan bergizi gratis (MBG).
Terkait poin penting strategi untuk memajukan koperasi di daerah. Akbar mengingatkan bahwa koperasi bukan sekadar papan nama, melainkan entitas bisnis. Menurutnya, agar usaha koperasi berhasil, pengurus koperasi desa (kopdes) dituntut untuk maksimal dalam menjalin komunikasi dan aktif membangun kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Program ini harus diperhatikan step by step nya. Kopdes harus mainkan peran kolaborasi itu,” ujar Legislator PKS itu.
Sorotan tajam juga diarahkan kepada pihak swasta. Ia menegaskan bahwa perusahaan yang beroperasi di wilayah desa tertentu, wajib mendukung koperasi di desa tersebut melalui dana corporate social responsibility (CSR).
“Bisa melalui Memorandum of Understanding (MoU) atau kemitraan bisnis konkret. Jika perusahaan mengeruk keuntungan di desa A, mereka harus bermitra dan mensejahterakan koperasi desa A,” tegas Akbar.
Selain itu, Akbar menyebutkan bahwa pola kemitraan ideal ini sebenarnya bukan hal mustahil.
“Salah satu desa di Kecamatan Bengalon telah berhasil membuktikannya. Kini menjadi contoh sukses bagaimana sinergi antara koperasi desa dan perusahaan bisa berjalan harmonis serta menguntungkan,” pungkasnya. (adv/rk)










