RUANGKALTIM.COM, KUTIM – Kepolisian Resor (Polres) Kutai Timur menunjukkan keseriusan dalam menjaga kondusivitas wilayah menjelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah. Melalui konferensi pers yang digelar pada Kamis (12/03/2026), Kapolres Kutai Timur, AKBP Fauzan Arianto, memaparkan keberhasilan Operasi Pekat Mahakam sekaligus meluncurkan berbagai inovasi pelayanan publik yang memanjakan para pemudik.
Sebagai pembuka, Polres Kutai Timur melaksanakan pemusnahan barang bukti hasil Operasi Pekat Mahakam yang dilaksanakan secara intensif selama bulan suci Ramadan. Langkah ini merupakan upaya preventif untuk memastikan ibadah masyarakat tidak terganggu oleh peredaran zat terlarang dan kebisingan jalanan.
Barang bukti yang dimusnahkan meliputi Narkotika, Sabu-sabu seberat 602,69 gram dengan nilai ekonomi mencapai Rp 904 juta. 450 botol minuman keras berbagai merek dan 11 knalpot brong yang disita dari hasil Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD).
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, AKBP Fauzan Arianto memperkenalkan terobosan baru berupa layanan penitipan kendaraan gratis. Fasilitas ini tersedia di Markas Polres, seluruh Polsek, hingga Pos Polisi di wilayah Kabupaten Kutai Timur.
“Kami ingin warga yang mudik merasa tenang. Silakan titipkan kendaraannya kepada kami. Syaratnya cukup membawa KTP dan STNK asli beserta fotokopinya,” ujar Kapolres.
Selain penitipan kendaraan, program Mudik Gratis juga resmi dibuka pada 12 hingga 13 Maret 2026. Masyarakat yang berminat dapat mendaftar melalui Satuan Lalu Lintas (Satlantas), layanan Hotline 110, atau melalui Aplikasi Kutim dengan melampirkan identitas diri dan nomor kontak yang aktif.
Menghadapi tantangan arus lalu lintas, khususnya pada jalur rawan macet antara Sangatta hingga Teluk Pandan, Polres Kutai Timur mengerahkan teknologi mutakhir. Mini Command Center telah disiapkan untuk memantau pergerakan kendaraan secara real-time melalui integrasi CCTV bersama Diskominfo Kutai Timur.
Tak hanya itu, patroli udara menggunakan drone akan disiagakan guna mendeteksi titik kemacetan secara akurat. Langkah ini didukung oleh kesiapan unit alat berat dan mobil derek hasil koordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub).
“Kami sadar jalur Sangatta-Teluk Pandan sangat krusial. Jika ada kendala pada kendaraan besar seperti trailer, kemacetan luar biasa bisa terjadi. Oleh karena itu, strategi penanganan cepat sudah kami siapkan bersama stakeholder terkait,” tegas Fauzan.
Keamanan mudik tahun ini juga didukung penuh oleh Dinas Kesehatan yang menyiagakan unit ambulans di setiap posko pengamanan. Sinergi ini diharapkan mampu memberikan rasa aman total bagi seluruh lapisan masyarakat Kutai Timur.
Dengan kesiapan personel, teknologi, dan fasilitas pelayanan yang humanis, Polres Kutai Timur optimis arus mudik dan balik tahun 2026 akan berjalan lancar, aman, dan kondusif. (rk)










