RUANGKALTIM.COM, KUTIM – Sayang anak bukan berarti membiarkan anak bermain bebas tanpa pengawasan. Para orang tua harus memberikan mengawasi agar dapat menghindari hal fatal terjadi pada anak. Seperti halnya yang terjadi di jalan arah menuju Dermaga Kenyamukan yang baru, Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Rabu sore (13/5/2026). Bocah berusia 13 tahun, AL, menjadi korban keganasan buaya muara saat mengejar layang-layang putus.
Naasnya, saat akan menyeberangi drainase yang lebarnya sekira 1,5 meter dengan kedalaman 2 meter, korban langsung diterkam buaya sepanjang 3,90 meter. Korban berhasil diselamatkan setelah teman-temannya berteriak meminta tolong kepada warga setempat dan pengunjung dermaga.
“Cuma cedera fatal pada bagian lututnya. Mungkin sempat diputar sama buayanya, begitu informasi yang saya dengar. Syukurnya bisa lepas, karena teman-temannya teriak minta tolong. Sehingga diselamatkan sama warga setempat, termasuk para pengunjung dermaga. Korban sudah di rujuk ke Balikpapan untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut,” kata Ketua Laskar Kebangkitan Kutai (LKK) Kutim, Roni Effendy.
Dia tidak menampik, drainase di Kawasan itu memang habitatnya buaya. Sebab memang terhubung menuju muara. Sedangkan setiap sore di kawasan itu banyak anak-anak bermain layang-layang. Padahal ini kasus kedua di lokasi yang sama, setelah sebelumnya tahun 2025 lalu, juga ada anak diterkam buaya.
“Kasusnya sama, korban sedang mengejar layang-layang putus. Ketika akan menyeberangi drainase, langsung diterkam buaya,” ungkapnya.
Mendengar informasi tersebut, Tim LKK Kutim pun bergegas menuju lokasi untuk melakukan pemantauan. Berkat kerja sama Tim Gabungan yang terdiri dari LKK Kutim, Posal Lanal Kenyamukan, Ditpolair Polda Kaltim, PMI Sangatta dan Pemadam Kebakaran (Damkar). Buaya yang menerkam korban berhasil diamankan setelah 2 jam pemantauan, tepatnya pukul 22.00 Wita. Berselang satu jam, pukul 23.00 Wita, buaya tersebut diserahkan pada pihak Damkar untuk dilakukan evakuasi lebih lanjut.
“Sebenarnya di kawasan itu ada banyak buaya. Karena memang drainasenya terhubung ke muara sungai. Memang habitatnya buaya di sana,” paparnya.
Ia pun mengimbau para orang tua, untuk memerhatikan anaknya ketika bermain. Terutama di kawasan Dermaga Kenyamukan yang memang menjadi habitatnya hewan buas tersebut.
“Jangan biarkan anak bermain di bibir sungai atau drainase,” tutupnya.
Sementara itu, kordinator Rescue Damkar Kutim Abdul Muis mengimbau agar para orang tua lebih memberikan pengawasan terhadap anaknya. Apalagi jika bermain di kawasan yang memang menjadi habitat dari buaya. Sehingga anak bisa terhindar dari hal yang tidak diinginkan.
“Ini juga harus menjadi pelajaran demi kebaikan bersama,” singkatnya. (rk)









