RUANGKALTIM.COM, JAKARTA – Berawal dari persoalan sapi yang dilepasliarkan dan kerap merusak kebun warga, Kelompok Tani Rimba Raya di Desa Bukit Permata, Kecamatan Kaubun, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, mengembangkan inovasi pertanian terpadu yang mendapat apresiasi nasional dalam ajang Minerba Convex 2026. Melalui pengandangan ternak dan pemanfaatan kotoran sapi menjadi biogas, pupuk organik cair, serta kompos, kelompok tani ini mengubah persoalan lingkungan menjadi peluang untuk mendukung kegiatan pertanian dan perekonomian masyarakat.
Inisiatif tersebut merupakan bagian dari program Integrated Farming System (Pertanian Terpadu), yang dikembangkan oleh masyarakat dengan pendampingan dari PT Indexim Coalindo. Program ini turut mengantarkan perusahaan meraih Apresiasi Minerba 2026 pada pilar Tingkat Pendapatan Riil dalam rangkaian Minerba Convex 2026 yang berlangsung pada 2–3 November 2026 di Jalan Expo Kemayoran, Jakarta.
Dalam rangkaian penganugerahan tersebut, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, menegaskan bahwa kegiatan pertambangan memiliki tanggung jawab untuk memberikan manfaat bagi masyarakat dan generasi mendatang.
“Ada tanggung jawab yang lebih luas, yaitu bagaimana kegiatan pertambangan dijalankan dengan baik, bagaimana masyarakat di sekitar wilayah pertambangan memperoleh manfaat, dan bagaimana sumber daya alam ini dikelola secara bertanggung jawab demi kepentingan generasi mendatang,” ujar Tri.
Pesan tersebut sejalan dengan tema Minerba Convex 2026, “Membangun Bangsa, Memberdayakan Masyarakat”, yang menempatkan pemberdayaan masyarakat sebagai bagian penting dari pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab.

Dalam pelaksanaannya, Kelompok Tani Rimba Raya tidak hanya mengintegrasikan kegiatan peternakan, energi, dan pertanian. Tetapi juga memperkuat kelembagaan melalui pembenahan organisasi dan administrasi, pengelolaan permodalan, serta pengembangan usaha produktif. Pendekatan ini diarahkan untuk meningkatkan kapasitas kelompok dalam mengelola kegiatan secara mandiri dan berkelanjutan.
Seiring perkembangannya, manfaat program turut diperluas melalui keterlibatan kelompok PKK dalam kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L). Termasuk penyediaan bahan pangan sehat untuk mendukung Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Kegiatan pertanian terpadu juga menjadi sarana pembelajaran dan berbagi pengetahuan bagi petani dan masyarakat setempat.
Upaya tersebut didukung oleh kolaborasi antara anggota kelompok, Pemerintah Desa Bukit Permata, Pemerintah Kecamatan Kaubun, penyuluh pertanian lapangan, serta PT Indexim Coalindo sebagai mitra pendamping.

Direktur CSR PT Indexim Coalindo, Muliawan Margadana, menilai bahwa pencapaian tersebut mencerminkan inisiatif, kerja keras, dan semangat kebersamaan masyarakat dalam mengembangkan potensi desa mereka.
“Keberhasilan ini adalah buah dari kerja keras dan semangat gotong royong masyarakat Desa Bukit Permata, khususnya anggota Kelompok Tani Rimba Raya. Peran kami adalah mendampingi dan mendukung inisiatif mereka. Kami berharap pengalaman Rimba Raya dapat menginspirasi kelompok tani dan pelaku UMKM lainnya di wilayah lingkar tambang untuk terus berinovasi sesuai dengan potensi dan kebutuhan masing-masing. Kami percaya bahwa kemandirian tumbuh ketika masyarakat menjadi penggerak utama, dengan dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak,” ungkap Muliawan.
Melalui pengembangan usaha produktif dan penguatan kapasitas kelompok, pertanian terpadu Rimba Raya diharapkan terus tumbuh sebagai kegiatan ekonomi masyarakat yang mandiri dan berkelanjutan. (rk)









