RUANGKALTIM COM, KUTIM — Upaya peningkatan kualitas pengelolaan usaha bagi pelaku UMKM, terus diperkuat melalui program pendampingan lanjutan yang difasilitasi oleh PT Pamapersada Nusantara dan Yayasan Astra – Yayasan Dharma Bhakti Astra melalui LPB Pama Banua Etam. Pendampingan Manajemen Bahan Baku dan Standarisasi SOP dilaksanakan secara daring, 26–27 Februari 2026.
Melibatkan sembilan UMKM yang terdiri lima UMKM Sangatta dan empat UMKM Bengalon, kegiatan ini difokuskan pada sesi konsultasi langsung antara pelaku usaha dan instruktur Guwendo. Sebagai upaya mengidentifikasi persoalan riil yang dihadapi UMKM dalam pengelolaan bahan baku serta penyusunan standar operasional prosedur (SOP) yang sesuai dengan karakter usaha masing-masing.
Melalui pendekatan dan pendampingan, peserta tidak hanya memperoleh teori. Tetapi juga solusi praktis yang dapat langsung diterapkan dalam operasional usaha. Program ini diharapkan mampu membantu pelaku UMKM mengurangi pemborosan bahan baku, memperbaiki alur kerja, serta membangun sistem usaha yang lebih rapi dan efisien.
Salah satu peserta Dina Safitri, pemilik usaha Canduh, mengaku pendampingan ini membuka sudut pandang baru dalam menjalankan usahanya.
“Ternyata banyak sekali permasalahan yang terlihat kecil namun berdampak besar dalam usaha saya, terutama dalam manajemen bahan baku dan penerapan SOP. Terima kasih untuk LPB Pama yang sudah memberikan kami kesempatan berdiskusi dengan instruktur yang expert di bidangnya,” ujarnya.
Pendampingan ini menjadi bagian dari rangkaian program pembinaan UMKM yang menekankan pendekatan berkelanjutan. Tidak hanya melalui pelatihan, tetapi juga melalui konsultasi langsung, agar solusi yang dihasilkan lebih aplikatif. Dengan langkah ini, diharapkan UMKM binaan mampu memperkuat fondasi manajemen usaha dan meningkatkan keberlanjutan bisnis mereka di tengah persaingan pasar yang semakin dinamis. (rk)