RUANGKALTIM.COM, KUTIM – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menegaskan komitmennya menjadikan pembinaan kepemudaan dan keolahragaan sebagai program prioritas pada tahun 2026. Di tengah tantangan keterbatasan fiskal daerah, instansi ini memilih untuk tidak menyerah pada keadaan dan mengoptimalkan sinergi lintas sektor.
Kepala Dispora Kutim, Basuki Isnawan, menegaskan bahwa seluruh program yang ada berada di jalur prioritas. Namun, realisasinya harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah tanpa menurunkan kualitas pelayanan.
“Semua prioritas. Tapi ditengah kondisi seperti ini, yang kita dibutuhkan itu kolaborasi, kebersamaan, dan gotong royong. Tanggung jawab pemuda dan olahraga bukan hanya pemerintah, tetapi tanggung jawab semua pihak,” ujarnya.
Kemudian, Ia mengingatkan agar keterbatasan anggaran tidak dijadikan alasan untuk berhenti melakukan pembinaan. Pemerintah tetap berkomitmen hadir di tengah masyarakat untuk memberikan dukungan moral dan motivasi kepada para pelaku olahraga maupun pemuda.
Meskipun bantuan finansial yang diberikan tidak dalam skala besar, kehadiran tersebut dinilai krusial untuk membangun semangat serta mempererat komunikasi dengan para pemangku kepentingan.
“Minimal kami hadir, memberikan semangat, memotivasi, dan mengajak semua pihak ikut mendukung kegiatan pemuda dan olahraga,” tambahnya.
Sebagai langkah strategis, Dispora Kutim aktif menggandeng perusahaan swasta yang beroperasi di berbagai kecamatan untuk turut berpartisipasi. Melalui kolaborasi erat antara pemerintah, dunia usaha, organisasi kepemudaan, dan masyarakat, pembinaan diyakini akan tetap berjalan secara berkesinambungan.
“Kalau semua bergerak bersama, kegiatan kepemudaan dan olahraga akan terus hidup. Kolaborasi adalah kekuatan kita untuk membangun generasi muda Kutai Timur,” pungkasnya. (adv/yp)










