RUANGKALTIM.COM, KUTIM – PT Pamapersada Nusantara (PAMA) Site KPC Coal Mining Project, kembali mempertegas komitmennya dalam menjalankan pilar kesehatan. Melalui kolaborasi strategis bersama Desa Siaga Sehat Cemerlang Swarga Bara, pihaknya menggelar rangkaian kegiatan kesehatan terpadu yang dipusatkan di Pendopo Hatari Cluster, Dusun 10, Desa Swarga Bara, Sangatta Utara, Jumat (29/11/2025).
Diikuti penuh semangat oleh puluhan warga, kegiatan diawali dengan senam Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Keceriaan pagi di tengah guyuran hujan lebat tersebut dilanjutkan dengan penyuluhan kesehatan oleh Tim BLUD Puskesmas Teluk Lingga, yang membedah materi mengenai penyakit tidak menular (PTM) serta penyakit menular.
Dalam pemaparannya, tim medis dari Puskesmas Teluk Lingga menekankan pentingnya peran rumah tangga sebagai garda terdepan pencegahan penyakit.
“Gaya hidup sehat harus dimulai dari lingkup terkecil. Seperti menghindari rokok, mengurangi konsumsi kopi berlebih, serta konsisten melakukan aktivitas fisik atau gerak badan,” jelas dokter perwakilan puskesmas di hadapan peserta yang antusias mengikuti sesi tanya jawab.

Tidak hanya bersifat edukatif, kegiatan ini juga memberikan layanan langsung berupa pengecekan kesehatan untuk mendeteksi kondisi fisik warga secara dini. Menambah dimensi kemanusiaan dalam acara tersebut, PAMA dan Desa Siaga juga menyelenggarakan aksi donor darah, yang melibatkan warga Hatari Cluster dan Desa Swarga Bara secara umum. Aksi ini diharapkan dapat membantu ketersediaan stok darah di wilayah Kutai Timur.
Perwakilan Desa Siaga, Rudiansyah menyampaikan apresiasi mendalam atas konsistensi PAMA dalam mendukung kemajuan kesehatan desa.
“Tema yang dibawakan sangat relevan karena mencakup kesehatan fisik sekaligus kesadaran mental. Terima kasih kepada PT Pamapersada Nusantara Site KPC Coal Mining Project, yang selalu setia mendampingi program Desa Siaga ini,” ungkap Rudiansyah.

Terpisah, CSR Dept Head PT Pamapersada Nusantara Site KPC Coal Mining Project, Agung Jati berharap rangkaian kegiatan ini menjadi pemantik bagi warga, untuk lebih peduli terhadap kondisi tubuh mereka.
“”Kami berharap ilmu yang disampaikan tidak hanya berhenti di peserta, tetapi dibagikan juga kepada keluarga dan lingkungan sekitar. Ini adalah bagian dari investasi kesehatan jangka panjang bagi masyarakat Kutai Timur,” ujar Agung Jati.
Keberhasilan acara ini menjadi bukti nyata sinergi positif antara pemerintah desa, sektor swasta, dan fasilitas kesehatan (Puskesmas), dalam upaya kolektif meningkatkan kualitas hidup dan derajat kesehatan masyarakat di area operasional perusahaan. (rk)










