RUANGKALTIM.COM, KUTIM — Suasana hangat dan penuh keakraban menyelimuti Cafe Jati, Teluk Lingga, Selasa (1/9/2026). Tempat nongkrong yang biasanya santai itu mendadak menjadi saksi sebuah momen penting silaturahmi, sekaligus purna tugas tiga camat di Kutai Timur, yakni Abbas Camat Sangatta Selatan, Rusmono Camat Kaliorang, dan Mansyur Ady Camat Muara Bengkal.
Acara ini terasa semakin spesial karena dihadiri langsung seluruh camat se-Kabupaten Kutai Timur, serta dipimpin Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. Di hadapan para abdi negara yang hadir, Bupati Ardiansyah menyampaikan pesan mendalam tentang arti sejati sebuah pengabdian.
Ia menegaskan, siapapun yang memilih jalan sebagai pelayan publik, ikatan sumpahnya terikat langsung kepada negara hingga hari terakhir masa tugas.
“Kita ini abdi negara dan abdi masyarakat. Saat bertugas, kita fokus terhadap pekerjaan bahkan sampai pensiun tinggal satu hari tetap bertugas. Kenapa? Karena sumpah kita sumpah terhadap negara, sumpah jabatan, melaksanakan tugas, dan sebagainya,” ujar Ardiansyah di hadapan para camat.
Menurutnya, posisi seorang birokrat seperti berdiri di atas dua sisi mata uang yang cukup krusial. Antara godaan rutinitas yang monoton atau peluang besar menebar kebaikan. Dengan nada bercanda namun sarat makna, ia menyebut posisi tersebut seperti menapakkan dua kaki di tempat yang berbeda.
“Abdi negara dan abdi masyarakat memang dua kaki yang membahayakan. Satu kaki neraka, satu kaki ke surga. Tinggal bagaimana kita melangkahkan,” ucapnya blak-blakan.
Ia merinci, jika orientasi seorang pejabat hanya sebatas rutinitas pulang-pergi kantor demi menerima gaji dan tunjangan bulanan, tanpa memberikan dampak nyata. Hal itu justru akan mengurangi esensi pengabdian itu sendiri. Sebaliknya, menjadi jembatan harapan masyarakat dalam merancang kebijakan pembangunan adalah jalan pengabdian yang bernilai ibadah.
“Satu kaki ke surga, kita menjadi harapan masyarakat dalam rangka membuat perubahan pembangunan. Bahkan apa yang diinginkan masyarakat itu bisa bersumber dari kebijakan yang kita keluarkan,” tambahnya.
Ardiansyah berpesan kepada para camat yang masih aktif, untuk menjadikan momen purna tugas rekan-rekan mereka sebagai refleksi. Sehingga setiap kebijakan dan pelayanan yang diberikan hari ini, diniatkan sebagai warisan (legacy) kebaikan yang kelak menjadi amal jariyah di akhirat.
“Kuncinya adalah jalankan tugas itu dengan baik. Karena itu adalah legacy yang disiapkan. Apabila legacy itu memberikan manfaat, pasti akan menjadi amal di akhirat nanti,” pungkasnya. (adv/yp)










