RUANGKALTIM.COM, KUTIM — Dedikasi, loyalitas, dan integritas ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur kembali mendapat apresiasi tinggi. Sebanyak 512 Pegawai Negeri Sipil secara resmi dianugerahi Tanda Kehormatan Presiden Republik Indonesia, Satyalancana Karya Satya, atas masa pengabdian mereka yang telah berjalan selama 30, 20, hingga 10 tahun.
Acara penganugerahan yang berlangsung khidmat ini dipimpin langsung oleh Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman. Dalam arahannya, Bupati mengingatkan bahwa esensi utama dari tugas seorang abdi negara bukan sekadar merampungkan urusan administratif di atas kertas, melainkan seberapa besar manfaat nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas.
“Dalam menjalankan tugas sebagai aparatur sipil negara, keberhasilan tidak semata diukur dari banyaknya pekerjaan administratif yang dapat menyelesaikan, tetapi dari seberapa besar pekerjaan tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya di hadapan para penerima penghargaan (8/10/2026).
Bupati menekankan bahwa standar pelayanan publik ke depan harus semakin cepat, mudah, transparan, dan akurat menjawab kebutuhan warga. Setiap kebijakan yang diambil wajib berorientasi pada hasil yang konkret, dan setiap rupiah anggaran yang digunakan harus dapat dipertanggungjawabkan dengan baik.
Ia juga mengingatkan bahwa keterbatasan anggaran bukanlah sebuah alasan untuk menurunkan kualitas pelayanan, melainkan pemantik bagi seluruh jajaran ASN agar tampil lebih kreatif, inovatif, dan cermat dalam memprioritaskan program pembangunan.
Selain itu, para ASN dituntut untuk adaptif terhadap perkembangan teknologi guna mempercepat proses birokrasi dan memperluas akses pelayanan pemerintah. Kendati demikian, Bupati menegaskan bahwa secanggih apa pun teknologi yang digunakan, nilai-nilai dasar berupa integritas dan tanggung jawab moral dalam memegang amanah rakyat tidak boleh luntur sedikit pun.
Khusus kepada para senior yang telah mendedikasikan diri selama 30 tahun atau lebih, Ardiansyah berpesan agar pengalaman panjang tersebut dapat diwariskan dalam bentuk kedisiplinan, etika kerja, serta semangat melayani kepada generasi ASN yang lebih muda.
“Warisan bukan hanya pengetahuan dan pengalaman kerja, tetapi juga kedisiplinan, etika, integritas, dan semangat melayani masyarakat. Jadilah teladan sekaligus mentor bagi generasi ASN yang lebih muda,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Kutai Timur, Misliansyah, dalam laporan rincinya memaparkan bahwa total penerima penghargaan Satyalancana Karya Satya tahun ini berjumlah 512 PNS.
“Satyalancana Karya Satya 30 Tahun sebanyak 53 PNS, Satyalancana Karya Satya 20 Tahun sebanyak 113 PNS dan Satyalancana Karya Satya 10 Tahun sebanyak 346 PNS,” paparnya.
Kendati total SK penghargaan mencapai 512 orang, Misliansyah menjelaskan bahwa terdapat 37 pegawai yang penyematan simbolisnya tidak dapat dilakukan pada hari ini. Hal tersebut dikarenakan berbagai kondisi administratif, di antaranya 22 pegawai telah memasuki batas usia pensiun atau purna tugas, 3 pegawai telah meninggal dunia, serta 12 pegawai mengalami perpindahan status kepegawaian.
Melalui penganugerahan tanda kehormatan ini, Pemkab Kutim berharap seluruh ASN penerima penghargaan dapat menjadikannya sebagai momentum refleksi diri sekaligus pelecut semangat untuk terus meningkatkan profesionalisme, menjaga integritas, dan memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan daerah serta kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kutai Timur. (adv/yp)










