Minggu, Februari 22, 2026
  • Login
Ruang Kaltim
  • Berita
    • Utama
    • Kalimantan Timur
    • Kutai Timur
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Nasional
    • Internasional
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Olahraga
  • OPINI
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
No Result
View All Result
  • Berita
    • Utama
    • Kalimantan Timur
    • Kutai Timur
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Nasional
    • Internasional
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Olahraga
  • OPINI
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
No Result
View All Result
Ruang Kaltim
No Result
View All Result
Home Berita

Status Tiga Penyakit Kronis Diperjelas, Dinkes Kutim Fokus Eliminasi ATM

Admin Redaksi by Admin Redaksi
Juni 2, 2023
Status Tiga Penyakit Kronis Diperjelas, Dinkes Kutim Fokus Eliminasi ATM

Kadiskes Kutim dr Bahrani Hasanal.

470
VIEWS

BANNER DISKOMINFO 1

RUANGKALTIM.COM, KUTIM – Upaya eliminasi Covid-19 tampaknya membuahkan hasil positif. Sehingga Asosiasi Dinas Kesehatan (Adiskes) Kalimantan Timur (Kaltim) meminta pemerintah daerah (pemda) memaksimalkan penanganan tiga penyakit kronis yang sampai sekarang belum teratasi, yakni AIDS-tuberculosis-malaria (ATM). Ya, rencana kerja pun diperhatikan. Apakah pemerintah desa (pemdes) sudah mengalokasikan anggaran terhadap penanggulangan eliminasi ketiga penyakit itu.

“Ini menjadi perhatian, karena upaya untuk mengeliminasi ketiga penyakit itu sudah sejak lama digaungkan. Namun sampai sekarang tidak selesai-selesai,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kutim dr Bahrani Hasanal.

Apalagi Indonesia baru dihadapkan dengan pandemi Covid-19. Sehingga dengan pengalaman menangani Covid itu, pemerintah mendapat ide. Kenapa Covid yang begitu meluas cepat bisa diatasi, sedangkan penyakit ATM yang sudah ada lama belum teratasi.

Baca Juga :

Berpotensi Capai 5-7 Ton, Petani Dampingan PT Indexim Coalindo Panen Perdana Buah Tomat 

Berpotensi Capai 5-7 Ton, Petani Dampingan PT Indexim Coalindo Panen Perdana Buah Tomat 

Februari 17, 2026
Perkuat Budaya Aman Berkendara, PT Pamapersada Nusantara dan Satlantas Polres Kutim Hadir di SMK Muhammadiyah 1

Perkuat Budaya Aman Berkendara, PT Pamapersada Nusantara dan Satlantas Polres Kutim Hadir di SMK Muhammadiyah 1

Februari 17, 2026
Bangun Kesadaran Berlalu Lintas Sejak Dini, PT Pamapersada Nusantara dan Satlantas Polres Kutim Edukasi Pelajar

Bangun Kesadaran Berlalu Lintas Sejak Dini, PT Pamapersada Nusantara dan Satlantas Polres Kutim Edukasi Pelajar

Februari 17, 2026

“Maka melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), pemerintah pusat memberikan petunjuk teknis yang terintegrasi,” ungkapnya.

Sehingga pemerintah daerah (pemda) diminta melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya. Di antaranya Dinas Sosial (Dissos), Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Pemerintah Desa (Pemdes), agar bersama terlibat dalam penanggulangan.

“Sehingga terjadi eliminasi terhadap penyakit ATM pada 2030 mendatang. Nah, Dinas Kesehatan sebagai koordinator terhadap pelaksanaannya. Alhamdulillahnya, RKPD (Rencana Kerja Pembangunan Daerah) Kutim sudah selaras dengan apa yang diharapkan pemerintah pusat. Artinya Kutim sudah melaksanakan kegiatan-kegiatan yang sesuai dengan petunjuk teknis yang terintegrasi itu,” bebernya.

Bahkan Kutim termasuk satu dari tujuh kabupaten kota yang ada di Kaltim, menjadi kabupaten yang resilient and sustainable systems for health (RSSH) atau pelayanan sistem kesehatan secara berkesinambungan.

“Alhamdulillah komentar dari Adiskes Kaltim, Kutim sudah bagus. Mungkin nanti menjadi percontohan bagi kabupaten kota lainnya dalam hal penganggaran yang sudah sesuai untuk penanggulangan eliminasi ATM,” tuturnya.

Apalagi, kata dia, dulu tuberculosis minimal enam bulan minum obat terus-menerus. Tapi, sekarang kebanyakan tidak bisa lagi diobati dengan obat yang sama. Maka dikenal pengobatan dengan nama multidrug resistant tuberculosis (MDR-TB), menggunakan suntikan selama delapan bulan berturut-turut.

“Setiap hari disuntik di fasilitas kesehatan (faskes). Beda dulu, hanya minum obat saja. Tapi, ternyata ada lagi tingkatan dari MDR, yang sekarang masih diteliti. Karena saking lamanya tidak teratasi, akhirnya penyakit ini memutasi diri. Sehingga menjadi kebal,” paparnya.

Pihaknya pun berharap, dengan target eliminasi 2030 tersebut bisa menekan kasusnya. Contohnya AIDS, harus dieliminasi 90 persen dari Orang Dengan HIV AIDS (ODHA), sedangkan 95 persennya harus terobati. Dengan terobatinya, maka virus di dalam tubuhnya tidak terdeteksi lagi.

“Artinya tidak menularkan, meskipun tidak bisa disembuhkan. Jadi, ada tiga hal yang menjadi target dari pengobatan 95 persen itu. Kalau TBC, temukan obati sampai sembuh (TOS). Nah, untuk AIDS namanya TOP (temukan obati dan pertahankan) atau berobat seumur hidup. Apalagi penularannya melalui cairan tubuh. Seperti melalui seks bebas, jarum suntik dan lainnya. Makanya perlu di edukasi untuk pencegahan,” ungkapnya.

Sejauh ini, kasusnya di Kutim banyak. Apalagi dengan luasan geografi kabupaten ini. Sehingga orang yang sakit di kawasan pedalaman dan tidak terjangkau, kerap menjadi masalah. Kalau disuruh mengambil obat ke rumah sakit (RS) atau puskesmas pun terkadang jaraknya ada yang jauh. Sehingga ada yang sempat menularkan kepada yang lain.

“Begitu pula malaria, sempat sangat menurun. Tapi, banyak kegiatan reboisasi dan buka kebun sawit. Akhirnya kasusnya nambah lagi. Makanya kami bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), agar setiap perusahaan yang ingin membuka kebun melapor lebih dulu. Paling tidak dibekali kelambu dan minum obat sebelum masuk hutan. Apalagi kebanyakan kasusnya dari pendatang, sampai sini kemudian menularkan,” terangnya.

Adapun TBC, apabila penderitanya tidak cepat diobati. Maka dalam setahun bisa menularkan kepada 10 orang. Sehingga harus benar-benar dicari penderitanya. Hal tersebut yang sekarang menjadi kegiatan pihaknya, yakni bagaimana mencari kasus baru.

“Maka dengan geografi yang luas ini, perlu di kerahkan semua tenaga. Makanya OPD lainnya dilibatkan. Apalagi urusan kesehatan bukan hanya tanggung jawab Dinas Kesehatan. Melainkan tanggung jawab bersama. Yang jelas, ini sudah sesuai dengan visi misi pemkab, indikatornya adalah peningkatan angka harapan hidup. Jadi Diskes tugasnya bagaimana orang bisa berumur panjang dengan derajat kesehatan yang baik. Kan percuma umur panjang tapi banyak penyakit di tubuh,” pungkasnya. (adv/rk)

Admin Redaksi

Admin Redaksi

Berita Terkait :

Berpotensi Capai 5-7 Ton, Petani Dampingan PT Indexim Coalindo Panen Perdana Buah Tomat 
Berita

Berpotensi Capai 5-7 Ton, Petani Dampingan PT Indexim Coalindo Panen Perdana Buah Tomat 

by Admin Redaksi
Februari 17, 2026
0

RUANGKALTIM.COM, KUTIM – Panen perdana bagi para petani adalah sebuah pencapain luar biasa. Tentu menjawab semua harapan dan doa yang dipanjatkan selama ini, hingga jerih payahnya membuahkan hasil...

Read more
Perkuat Budaya Aman Berkendara, PT Pamapersada Nusantara dan Satlantas Polres Kutim Hadir di SMK Muhammadiyah 1

Perkuat Budaya Aman Berkendara, PT Pamapersada Nusantara dan Satlantas Polres Kutim Hadir di SMK Muhammadiyah 1

Februari 17, 2026
Bangun Kesadaran Berlalu Lintas Sejak Dini, PT Pamapersada Nusantara dan Satlantas Polres Kutim Edukasi Pelajar

Bangun Kesadaran Berlalu Lintas Sejak Dini, PT Pamapersada Nusantara dan Satlantas Polres Kutim Edukasi Pelajar

Februari 17, 2026
150 Pelajar Terima Beasiswa Indexim Smart Garapan PT Indexim Coalindo

150 Pelajar Terima Beasiswa Indexim Smart Garapan PT Indexim Coalindo

Februari 14, 2026
Kepala Desa Swarga Bara menerima paket sembako dari PT Pamapersada Nusantara Site KPC Coal Mining Project.

Curah Hujan Tinggi Sebabkan Banjir, PAMA Kutim Salurkan Bantuan Sembako untuk Warga Terdampak

Februari 13, 2026
Next Post
BCIP dan Air Products Putus, Serapan Tenaga Kerja Lokal Berdampak

BCIP dan Air Products Putus, Serapan Tenaga Kerja Lokal Berdampak

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related News

Optimis Rampung Akhir Tahun, Raperda Pajak Daerah dan Retribusi Berpotensi Dongkrak PAD

Kewenangan Beralih ke Provinsi, Dewan Pastikan Nelayan Kutim Bebas Menangkap Ikan di Laut Kaltim

Oktober 30, 2023
Gelar Jemput Bola, Lanal Sangatta Laksanakan Vaksinasi di SMPN 1 Sangatta Utara

Gelar Jemput Bola, Lanal Sangatta Laksanakan Vaksinasi di SMPN 1 Sangatta Utara

Oktober 21, 2021
Disambangi Rombongan Pelajar SMPN 3, Sekretariat DPRD Kutim Mendadak Ramai

Disambangi Rombongan Pelajar SMPN 3, Sekretariat DPRD Kutim Mendadak Ramai

November 3, 2022

Browse by Category

  • Berita
  • DISKOMINFO KUTIM
  • DPRD KUTIM
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Internasional
  • Kalimantan Timur
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Kutai Timur
  • Nasional
  • Olahraga
  • OPINI
  • Otomotif
  • Pembangunan
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perekonomian
  • Peristiwa
  • Politik
  • Uncategorized
  • Utama
Ruang Kaltim

© 2023 RUANGKALTIM.COM - Managed by Aydan Putra. All rights reserved.

Navigate Site

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Berita
    • Utama
    • Kalimantan Timur
    • Kutai Timur
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Nasional
    • Internasional
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Olahraga
  • OPINI
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa

© 2023 RUANGKALTIM.COM - Managed by Aydan Putra. All rights reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?