RUANGKALTIM. COM, KUTIM – Di tengah kesibukan mencari berita, sejumlah wartawan melakukan kunjungan ke salah satu area tambang batu bara milik PT Kaltim Prima Coal (KPC) yang berlokasi di Sangatta. Anak perusahaan dari PT Bumi Resources Tbk itu mengundang para wartawan untuk melihat dengan dekat aktifitas apa saja yang dilakukan di area tambang.
Sambutan hangat pun diberikan oleh jajaran manajemen Public Communication PT KPC, saat rombongan jurnalis tiba di Kantor Pusat KPC. Di antaranya Superintendent Public Communication Siswahyudi, Supervisior Guet Relations Ade Anang, serta Officer Media Relations Wahyu Sujatmiko.
Suasana hangat dan saling bercengkrama menyelimuti sesi perkenalan itu. Tak lama berselang, bus penjemputan tiba. Siswahyudi pun memberikan arahan kepada rekan-rekan wartawan untuk menaiki kendaraan yang biasa digunakan sebagai transportasi antar jemput karyawan.
“Mari rekan-rekan. Jangan lupa memakai safety belt demi menjaga keselamatan,”ajaknya, (18/11/2025).
Bus pun berangkat menuju titik lokasi yang bernama Prima Square. Selama perjalanan, para jurnalis itu disuguhkan dengan pemandangan rimbunnya pohon yang tumbuh disekitar area operasional tambang. Hal ini membuktikan bahwa perusahaan tambang juga mempunyai komitmen dalam menjaga kelestarian lingkungan pasca tambang.
Tak lama berselang, para wartawan tiba di lokasi Prima Square. Di lokasi tersebut mereka (wartawan) dibriefing oleh petugas Safety terkait prosedur wajib keselamatan area tambang. Ini terlihat dari Alat Pelindung Diri (APD) yang digunakan dan menjadi standar wajib operasional perusahaan.
Kemudian, rombongan pun diarahkan menuju ke lokasi selanjutnya yang berada di Pit Bendili Bintang. Lokasi tersebut merupakan tujuan utama kegiatan kunjungan ini dilakukan. Untuk menuju ke sana, wartawan bersama Tim KPC menggunakan dua unit manhauler yang rancang khusus untuk melewati medan yang cukup ekstrem.
“Lokasi selanjutnya adalah Pit Bendili Bintang atau yang biasa kita sebut Masiq Lookout. Jadi, untuk menuju ke sana kita gunakan dua unit manhauler,”ujar Siswahyudi sembari mengarahkan rombongan.
Di Pit Masiq Lookout, Koordinator Planning Denas, mengungkapkan bahwa pit tersebut merupakan salah satu penghasil batu bara dengan kualitas terbaik di KPC dan didukung oleh alat berkapasitas besar yang mengangkut ratusan ton batu bara sekali angkut.
“Di sini ada tiga unit pengeruk dengan kapsitas 90 ton per baket, sementara unit HD mampu mengangkut sekitar 900 ton dalam sekali perjalan. Untuk produksi tahunan mencapai 3,1 juta ton. Area ini juga termasuk yang terdalam di Indonesia dengan kedalaman mencapai 400 meter,”jelasnya.
Lalu, kegiatan itu ditutup dengan foto bersama dan seluruh rombongan pun dipulangkan dengan kembali melewati rute yang sama, menuju Kantor Pusat KPC. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara media dan perusahaan. Sehingga peran media sangat penting dalam menjembatani keterbukaan informasi ke masyarakat, terutama di sektor pertambangan.(yp)










