
RUANGKALTIM.COM, KUTIM – Keterisolasian wilayah di daerah pemilihan (Dapil) 4 Kutai Timur ditargetkan akan segera berakhir. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutim, Aidil Fitri memastikan alokasi anggaran lebih dari Rp 106 miliar, telah disiapkan untuk dua proyek konektivitas strategis yang dimasukkan dalam skema multi years contract (MYC) tahun anggaran 2026/2027.
Anggaran ambisius ini bertujuan untuk menghubungkan tiga kecamatan di dapil 4 secara menyeluruh. Sehingga tidak ada lagi jalur yang terputus atau rusak parah.
“Memang sudah ada dua proyek konektivitas yang menjadi prioritas. Terutama untuk mengatasi isolasi dan membangun integrasi wilayah,” katanya.
Di antaranya Jalan Simpang Batu Redi dengan nilai proyek senilai Rp 70 miliar dan penyelesaian Jembatan Telen. Jika dua proyek ini rampung, tiga kecamatan yang berada di dapil 4 akan terhubung secara total.
“Sehingga arus logistik dan mobilitas warga menjadi lancar,” ungkap Aidil.
Selain konektivitas antar-kecamatan, Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu juga mendorong penyelesaian Jembatan Marah Halok-Long Melah.
“Jembatan ini memiliki nilai proyek Rp 36,7 miliar, dan berperan vital dalam mengintegrasikan delapan desa yang ada di Kecamatan Telen,” jelasnya.
Meskipun disadari kondisi anggaran daerah sedikit menurun, anggota Komisi A Bidang Pemerintahan itu menyatakan optimis bahwa proyek-proyek ini dapat diselesaikan sesuai kontrak kerja. Jalan Simpang Batu Redi dan Jembatan Marah Halok- Long Melah, direncanakan masuk dalam Tahap II MYC yang pembangunannya ditargetkan rampung dalam waktu dua tahun (2026-2027).
“Kami optimis proyek ini berjalan. Kami meminta Dinas PUPR (Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) sebagai pihak berwenang untuk benar-benar mengevaluasi dan mengawasi setiap tahap pembangunan secara ketat,” pungkasnya. (adv/rk)










