
RUANGKALTIM.COM, KUTIM –Anggota DPRD Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Sayid Umar membedah kondisi infrastruktur di daerah pemilihan (dapil) 5, yang dinilai masih memiliki ketimpangan antar-kecamatan. Secara umum, Kecamatan Kaubun dinilai sudah cukup baik karena akses jalannya mendapat dukungan anggaran dari Pemerintah Provinsi. Namun, sorotan tajam tertuju pada Kecamatan Sandaran dan Karangan, yang dinilai masih tertinggal.
Sayid Umar mengatakan, ada “PR” besar yang harus dikerjakan oleh Pemkab Kutim terkait strategi pembangunan di wilayah Kecamatan Sandaran dan Karangan.
“Infrastruktur di Sandaran dan Karangan, murni menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten, karena memang jalan kabupaten). Sehingga beban anggarannya lebih berat,” ujarnya.
Selain itu, ia mendesak agar perbaikan jalan di Karangan dimasukkan dalam skema multi years contract (MYC).
“Sama seperti wilayah lain, pelaksanaan MYC di Karangan masih menunggu kelengkapan dokumen studi kelayakan (FS) sebagai syarat mutlak,” tegas Sayid Umar.
Sementara itu, di tengah tantangan infrastruktur jalan, terdapat progres positif di sektor energi. Kabar gembira pun datang terkait rencana pembangunan jaringan listrik yang akan segera dipasang di lima desa.
“Ada lima desa segera dialiri listrik di Sangkulirang. Desa Tepian Terap, Mandu Dalam, Mandu PS, Mandu Luar dan Pridan,” ungkap Wakil Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.
Dirinya juga tengah memperjuangkan pembukaan akses jalan tembus dari Pridan ke Tanjung Manis, melalui skema MYC atau anggaran prioritas. Tujuannya agar akses pelayanan publik dan pemeliharaan jaringan listrik bisa dilakukan secara mandiri melalui jalan umum.
“Karena kondisi saat ini akses antar wilayah masih buntu. Sehingga harus menumpang lewat jalan milik perusahaan. Sedangkan kita ingin akses terbuka agar bisa menjangkau semua wilayah. Jadi, tidak harus bergantung pada jalan perusahaan lagi,” pungkasnya. (adv/rk)










