RUANGKALTIM.COM, KUTIM — Konektivitas jalan dan jembatan menjadi urat nadi utama pendorong roda perekonomian antar-kecamatan di Kabupaten Kutai Timur. Perhatian kini tertuju pada rencana perbaikan Jembatan Lembak di Kecamatan Bengalon, yang merupakan akses vital penghubung kawasan Sangsaka (Sangkulirang, Sandaran, Kaliorang, Karangan, dan Kaubun) menuju ibu kota kabupaten di Sangatta.
Camat Kaubun, Saprani, secara terbuka menyampaikan harapannya agar proses perbaikan Jembatan Lembak dapat direalisasikan semaksimal dan secepat mungkin oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Pasalnya, struktur jembatan tersebut memegang peranan sangat krusial bagi mobilitas warga dan distribusi logistik harian.
“Saya berharap supaya Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur khususnya, dan kita semua, mudah-mudahan bisa terealisasi secepat mungkin. Karena untuk akses masyarakat Sangsaka, tidak ada jalan utama lain lagi,” ujarnya penuh harap.
Menanggapi rencana penutupan sementara akses jembatan selama proses konstruksi berlangsung, Saprani menjelaskan bahwa pemerintah daerah bersama pihak-pihak terkait telah membentuk tim koordinasi lintas sektor. Tim ini bertugas mematangkan skema penanganan teknis sekaligus menyiapkan rute jalan alternatif agar arus lalu lintas masyarakat tidak terputus total.
Saat ini, skenario jalur alternatif sepanjang kurang lebih 14 kilometer tengah dimaksimalkan melalui rute Jembatan Ken Arok di Desa Sepaso Timur.
Selain dukungan anggaran pemerintah, Saprani mengimbau dan mengajak keterlibatan aktif dari jajaran perusahaan swasta yang beroperasi di wilayah Kutai Timur khususnya sektor perkebunan dan pertambangan di sekitar Bengalon dan Kaubun untuk turut berkontribusi memberikan bantuan nyata demi kelancaran proses perbaikan jembatan tersebut.
“Mudah-mudahan juga semua perusahaan yang ada khususnya yang berada di wilayah Kutai Timur bisa membantu dalam pelaksanaan kegiatan perbaikan Jembatan Lembak di Bengalon,” jelasnya.
Sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, pusat, serta konsorsium perusahaan swasta diharapkan dapat mempercepat penyelesaian proyek infrastruktur ini. Dengan demikian, akses transportasi masyarakat dari dan menuju Sangatta dapat kembali normal, aman, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan. (adv/yp)










