
RUANGKALTIM.COM, KUTIM – Dalam rangkaian Reses I Persidangan ke I Tahun 2025/2026 di Gang Pelangi 2, RT 40, Kelurahan Teluk Lingga, Ketua DPRD Kutai Timur Jimmi, tak hanya membahas infrastruktur, tetapi juga menyoroti masalah pelik yang dihadapi hampir setiap daerah, yakni persoalan sampah, Sabtu malam (29/11/2025).
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menyampaikan, DPRD Kutim telah belajar dari pengalaman daerah lain dan ingin mengambil langkah pencegahan sebelum permasalahan sampah mencapai titik yang sulit dikendalikan. Ia menekankan bahwa penanggulangan bersama akan memberikan manfaat yang lebih besar untuk semua pihak.
“Kita belajar dari daerah lain. Memang sampah itu menjadi permasalahan setiap wilayah dan fokus utamanya adalah mendorong masyarakat untuk mulai memiliki budaya mengolah sampah di rumah masing-masing,” kata Jimmi.
Disinggung mengenai perlunya pelatihan untuk meningkatkan keterampilan mengolah sampah. Ia memiliki pandangan yang berbeda dalam hal strategi dorongan partisipasi. Menurutnya, insentif berupa penghargaan adalah cara yang paling efektif untuk menggerakkan masyarakat secara sukarela.
“Kalau yang paling memungkinkan untuk mendorong partisipasi masyarakat, saya kira memberikan suatu penghargaan,” tuturnya.
Penghargaan ini direncanakan akan diberikan kepada individu atau kelompok yang berhasil mengolah sampah dengan baik. Mulai dari lingkup rumah ke rumah hingga tingkat RT. Langkah memberikan apresiasi ini, bertujuan untuk menumbuhkan inisiatif dalam diri masyarakat.
“Rasa bangga atas prestasi dan penghargaan yang didapatkan, akan menjadi pendorong utama. Termasuk menumbuhkan budaya pada diri. Jika sudah ada, apresiasi juga akan diberikan,” tuturnya.
Setelah budaya pengelolaan sampah ini terbentuk dan menjadi kebiasaan, DPRD Kutim berharap masyarakat akan mulai menyadari dan memaksimalkan nilai ekonomis yang tinggi dari sampah yang mereka olah. (adv/rk)










