
RUANGKALTIM.COM, KUTIM – Isu krusial mengenai ketersediaan air bersih di Kecamatan Telen, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), menjadi prioritas anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Aidil Fitri. Meskipun jaringan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) sudah menjangkau beberapa desa, namun masih banyak warga yang menantikan realisasi proyek yang sedang berjalan.
Aidil Fitri mengaku sudah meninjau wilayah tersebut. Ia mengungkapkan bahwa di Kecamatan Telen, layanan PDAM baru mencakup dua desa, yakni Desa Muara Pantun dan Desa Juk Aya.
“Kalau di PDAM yang sudah terjangkau itu Desa Muara Pantun dengan Juk Aya,” jelasnya.
Namun, kendala utama masih membayangi enam desa yang berada di seberangnya. Bahkan hingga kini belum terlayani air bersih PDAM. Secara spesifik, ia pun menyoroti proyek PDAM yang sedang dikerjakan di Desa Mara Halok. Meskipun proyek ini merupakan bagian dari anggaran perubahan tahun 2024 dan belum selesai, namun progresnya terus berjalan.
“Ini yang terjadi di Desa Marah Haloq, PDAM itu masih proses penyelesaian,” ungkapnya.
Saat ini, proyek tersebut belum bisa difungsikan karena masih dalam proses pengerjaan. Namun, ada peningkatan signifikan yang dilakukan untuk memastikan keberlanjutan layanan. Anggota Komisi A itu mengapresiasi langkah yang diambil dalam pengerjaan proyek tersebut, yang di mana bangunan instalasi air baku ditingkatkan dan dibuat lebih tinggi.
“Untuk menghindari banjir. Artinya biar mencegah tenggelam kalau banjir melanda,” sebutnya.
Strategi peninggian bangunan ini sangat krusial, mengingat kondisi geografis Kutim yang rawan terhadap bencana banjir. Sehingga memastikan fasilitas vital PDAM tetap beroperasi bahkan saat debit air sungai meningkat.
“Dengan fokus pada infrastruktur dasar seperti air bersih, kami berharap proses pengerjaan di Marah Haloq dan perencanaan untuk enam desa lainnya, dapat dipercepat. Semoga proyek ini segera memberikan akses air bersih yang layak dan aman bagi seluruh masyarakat Kecamatan Telen,” pungkasnya. (adv/rk)










