RUANGKALTIM.COM, KUTIM – Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di sekitar wilayah operasional, PT Pamapersada Nusantara (PAMA) Site KPC Coal Mining Project kembali melaksanakan sosialisasi kesehatan, pemeriksaan, dan pengobatan massal di Desa Tebangan Lembak, Kecamatan Bengalon.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (CSR) PAMA, yang berfokus pada aspek kesehatan preventif dan promotif, serta memperkuat sinergi antara perusahaan, pemerintah desa, dan fasilitas pelayanan kesehatan setempat, 10 Desember 2025 lalu.
Dengan harapan, dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan secara rutin. Perusahaan pun memfasilitasi akses layanan kesehatan dasar bagi 55 peserta dari desa tersebut. Sebagai langkah mendeteksi dini potensi gangguan kesehatan melalui pemeriksaan langsung oleh tenaga medis.
CSR Sect Head PT Pamapersada Nusantara, Ishak Pardede mengatakan, kegiatan ini merupakan wujud komitmen PAMA dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat sekitar operasional.
“Kami berharap program ini memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat,” harapnya.
Kegiatan ini juga didukung pemerintah tingkat desa dan kecamatan. Agenda dimulai dengan sosialisasi kesehatan umum, pemeriksaan kesehatan umum oleh tenaga medis Puskesmas Bengalon, pemberian obat sesuai hasil pemeriksaan medis dan edukasi lanjutan terkait tindak lanjut kesehatan masyarakat.

“Dampaknya sangat positif, masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan secara gratis dan mudah dijangkau. Termasuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan penyakit,” katanya.
Kepala Desa Tebangan Lembak Rudi Saputra menilai, kegiatan ini menjadi upaya memperkuat hubungan harmonis antara perusahaan dan masyarakat. Sehingga terciptanya masyarakat desa yang lebih sehat dan produktif.
“Kami sangat mengapresiasi kepedulian PT Pamapersada Nusantara terhadap kesehatan masyarakat Desa Tebangan Lembak. Kegiatan ini sangat membantu warga kami, khususnya dalam mendapatkan pelayanan kesehatan secara langsung,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala BLUD Puskesmas Bengalon Impron menganggap bahwa kolaborasi seperti ini sangat positif, karena membantu memperluas jangkauan layanan kesehatan.
“Terutama bagi masyarakat desa yang membutuhkan pemeriksaan rutin,” singkatnya. (rk)










