RUANGKALTIM.COM, KUTIM — Fenomena balap liar yang kerap meresahkan pengguna jalan raya di Kabupaten Kutai Timur kini mulai mendapat penanganan preventif dan solutif. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) mengambil langkah taktis dengan menyediakan fasilitas resmi bagi para remaja penyuka kecepatan di kawasan Gelanggang Olahraga (GOR) Kudungga.
Langkah ini dihadirkan sebagai bentuk kontribusi nyata pemerintah daerah dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas sekaligus menyalurkan hobi generasi muda ke arah yang lebih positif dan terarah. Alih-alih melancarkan aksi kebut-kebutan di jalan raya yang membahayakan nyawa diri sendiri dan orang lain, para remaja kini dipersilakan untuk menyalurkan adrenalin mereka di arena yang telah disiapkan secara aman.
Kepala Dispora Kabupaten Kutai Timur, Basuki Isnawan, mengungkapkan bahwa kawasan GOR Kudungga kini rutin menjadi pusat penyaluran bakat otomotif bagi anak-anak muda setempat setiap akhir pekan. Pihaknya membuka pintu seluas-luasnya bagi para remaja untuk menggunakan area tersebut sebagai fasilitas resmi balap motor yang terkontrol.
“Teman-teman yang balap liar, sekarang kita pusatkan di sini. Jadi, ini salah satu solusi yang kami berikan kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Timur. Artinya, kami ikut berkontribusi,” ujarnya.
Kendati memberikan wadah khusus, pihak Dispora tetap menerapkan standar keselamatan yang ketat bagi para peserta. Kegiatan penyaluran hobi otomotif ini dijadwalkan secara berkala setiap akhir pekan, yakni pada hari Sabtu dan Minggu mulai pukul 15.00 WITA. Tentu saja, pemanfaatan fasilitas tersebut diiringi dengan aturan wajib yang tidak boleh ditawar.
“Anak-anak jangan balap di jalanan. Silakan main di sini, setiap Sabtu sampai Minggu pukul 15.00 sore, kami buka di sini. Asal dengan catatan memakai perlengkapan yang lengkap,” tegas Basuki.
Melalui kebijakan akomodatif ini, Pemkab Kutim berharap para remaja dapat menyalurkan hobi otomotif mereka dengan tetap menjunjung tinggi aspek keamanan berkendara, menggunakan perlengkapan standar seperti helm dan pakaian pelindung, serta menjaga ketertiban umum. Kehadiran solusi ini sekaligus mengubah citra kawasan GOR Kudungga menjadi ruang publik yang inklusif, aman, dan menyelamatkan masa depan generasi muda Kutai Timur. (adv/yp)










