
RUANGKALTIM.COM, KUTIM – Pada November ini, para anggota legislatif Kabupaten Kutai Timur akan melaksanakan kegiatan reses atau turun langsung ke daerah pemilihannya (dapil), di luar masa sidang dengan tujuan untuk menyerap aspirasi, keluhan dan usulan masyarakat.
Kegiatan ini juga merupakan kewajiban anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Sebagai wakil rakyat, pihaknya kewajiban menampung masukan yang kemudian akan dibawa menjadi pokok – pokok pikiran dan dasar perumusan kebijakan daerah.
Anggota DPRD Kutim Bahcok Riandi mengatakan, reses nantinya akan dilakukan pada tiga titik, yakni Kecamatan Telen, Kongbeng, dan Muara Wahau.
“Ini kan reses ketiga atau yang terakhir dan yang berbeda hanya di desanya,” ucapnya.
Ia mengungkapkan, infrastruktur jalan merupakan hal yang selalu menjadi keluhan masyarakat saat dirinya melakukan kunjungan. Terutama pada masyarakat yang tinggal di Kecamatan Telen.
“Di Telen itu, jalan yang menghubungkan antar desa ke desa masih belum terealisasi. Jadi saya prihatin melihat hal itu,” ungkap Bahcok.
Perlu diketahui, Kecamatan Telen merupakan wilayah hasil pemekaran dari Kecamatan Muara Wahau, dan menjadi salah satu dari empat kecamatan di kabupaten ini dengan jumlah penduduk terbawah. Kecamatan Telen juga dikenal memiliki fokus pengembangan pada sektor pertanian dan perkebunan.
Selain jalan, infrastruktur jembatan pun tidak luput dari perhatian Wakil Ketua Komisi C tersebut. Bagaimana tidak, jembatan yang diperuntukan untuk masyarakat agar mempermudah dan memperpendek akses antar desa hingga kini belum terealisasi.
“Karena jembatan belum rampung, mereka menggunakan kapal sebagai alternatif untuk menyeberang,” terangnya.
Politisi Partai Demokrat itu meminta pemerintah daerah, mengambil langkah konkret dalam merealisasikan segala bentuk pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan oleh masyarakat.
“Saya harap hal ini bisa jadi masukan kedepannya untuk pemerintah. Jika tidak, maka akan berdampak pada aktivitas perekonomian masyarakat,” pungkasnya. (adv/rk)










