RUANGKALTIM.COM, KUTIM — Langkah progresif terus digelorakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Kutai Timur dalam memperkuat ekosistem perlindungan dan pemenuhan hak anak di daerah. Usai sukses menyandang predikat standarisasi nasional untuk fasilitas ruang bermain, kini DP3A mulai membidik program baru yang menyasar sektor penitipan anak.
Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak DP3A Kutim, Rita Winarni, mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat pihaknya tengah mengawal proses standarisasi untuk program Taman Asuh Ramah Anak. Ia menjelaskan bahwa konsep taman asuh ini memiliki fokus yang berbeda dari Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA), karena bentuk pelayanannya menyerupai fasilitas penitipan anak (daycare).
“Berbeda dengan Ruang Bermain Ramah Anak. Kalau Taman Asuh ini, seperti penitipan anak. Jadi, di pemenuhan hak anak ini banyak memang program yang harus dijalankan,” ungkapnya.
Sebagai langkah awal, pihak DP3A telah melakukan konsultasi intensif ke tingkat kementerian. Pada tahun ini, Kutai Timur resmi mengajukan dua lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) untuk mengikuti proses verifikasi dan standarisasi nasional, yakni PAUD Prima Adinda dan PAUD Darussalam.
Saat ini, pihak sekolah terkait tengah merampungkan pengisian instrumen borang penilaian mandiri. Setelah tahapan tersebut selesai dan dievaluasi, pihak kementerian dijadwalkan akan menurunkan tim penilai independen untuk melakukan audit langsung ke lapangan guna memastikan seluruh indikator terpenuhi dengan baik.
“Tahun ini kami lagi coba ngajuin dua taman asuh. Prima Adinda, satunya lagi punyanya Darussalam. Kalau memang hasilnya sudah sesuai, nanti mungkin dari tim akan turun ke lapangan untuk audit,” jelasnya optimis.
Apabila proses audit lapangan tersebut membuahkan hasil positif, Rita berharap Kutai Timur dapat menambah daftar panjang fasilitas publik dan institusi yang tersertifikasi secara nasional. Pencapaian ini dinilai sangat penting untuk memperkuat perolehan poin evaluasi kabupaten layak anak di masa mendatang, menyusul fasilitas-fasilitas lain yang telah lebih dulu mengantongi standar resmi.
“Harapan besar kami ada yang terstandarisasi. Karena selama ini kan yang baru terstandarisasi itu ruang bermain, Pusat Informasi Sahabat Anak (PISA). Kalau taranya ini kita dapat, ya lumayan kan buat tabungan kita untuk penilaian berikutnya,” pungkasnya. (adv/yp)










