
RUANGKALTIM.COM, KUTIM – Anggota DPRD Kutai Timur (Kutim), Shabaruddin mengungkapkan perjuangan kerasnya dalam memastikan pembangunan jalan akses di wilayah pesisir. Proyek ini menjadi prioritas utamanya, terutama setelah munculnya isu sensitif mengenai ancaman dua desa bergabung ke Kabupaten Berau.
Sejauh ini, ia berhasil memperjuangkan beberapa ruas jalan vital di dapilnya. Di antaranya jalan akses dari Pridan-Tanjung Manis dan Tanjung Manis-Susuk. Keduanya akan dilanjutkan pekerjaannya tahun ini. Termasuk jalan strategis dari Manubar-Seriung hingga Seriung-Sandaran.
“Jalur Manubar hingga Sandaran ini, yang menghubungkan wilayah pesisir. Alhamdulillah sudah masuk dalam skema kontrak tahun jamak,” ungkapnya.
Anggota Komisi D itu menjelaskan, urgensi pembangunan jalan di Sandaran sangat tinggi. Sebab adanya ancaman dari dua desa di kawasan Mangkaliat dan Sandaran, yang ingin bergabung ke Berau.
“Karena kalau mau ke Sandaran naik mobil harus lewat Biduk-biduk, Talisayan dan Teluk Sulaiman. Nah, di sana itu ada dua desa yang mengancam, Mangkalihat dengan Desa Sandaran. Karena mereka paling ujung dan memang lebih dekat ke Berau,” jelas Politikus PKS itu.
Ancaman ini menjadi alarm bagi Pemkab Kutim bahwa pembangunan infrastruktur adalah cara terbaik untuk menjaga keutuhan wilayah dan loyalitas masyarakat.
“Insya Allah Mulai dari Manubar sampai Seriung perencanaan pekerjaannya tahun ini,” tuturnya.
Dengan masuknya proyek tersebut dalam skema tahun jamak, pihaknya berharap aksesibilitas warga di desa-desa terpencil segera terbuka. Sehingga memutus isolasi dan memperkuat hubungan ekonomi serta administrasi dengan pusat Kabupaten Kutim. (adv/rk)










