RUANGKALTIM.COM, KUTIM – Upaya pelestarian ekosistem pesisir di Pantai Teluk Lingga, Kabupaten Kutai Timur, diperkuat melalui kolaborasi solid antara sektor perusahaan, pemerintah, institusi pendidikan, dan masyarakat lokal. Ya, puluhan relawan dari berbagai latar belakang terlibat dalam aksi konservasi besar, yakni penanaman 2 ribu bibit mangrove dan konservasi terumbu karang, Kamis lalu (21/11/2025).
Keberhasilan program ini berakar pada keterlibatan multi-pihak yang luas. Aksi ini juga menyatukan PT Pamapersada Nusantara Site KPC Coal Mining Project dan PT Kalimantan Prima Persada (KPP) Site Indexim, sebagai inisiator utama. Pihaknya melibatkan Alien Mangrove Sanctuary, KTNA Kutai Timur, PT Kaltim Prima Coal, Lanal Sangatta, STIPER Sangatta, SMKN 2 Sangatta Utara, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutim, serta Dinas Kelautan dan Perikanan.
Kolaborasi ini diwujudkan melalui program penghijauan yang menanam 2 ribu bibit mangrove jenis Rhizophora. CSR Department Head PT Pamapersada Nusantara Site KPC Coal Mining Project, Agung Jati menerangkan, penanaman mangrove ini merupakan agenda rutin tahunan. Namun kali ini diperkuat melalui sinergi dengan KPP Site Indexim.
“Program ini bukan sekadar menanam, tetapi tentang membangun ekosistem yang berkelanjutan,” tegas Agung Jati.
“Kami berkomitmen menjaga kelestarian mangrove, dan mendukung aktivitas Alien Mangrove Sanctuary dalam merawat kondisi lingkungan Pantai Teluk Lingga yang dikenal sebagai desa wisata,” tuturnya.
Komitmen tersebut memperoleh sambutan positif dari Pemkab Kutim. Hal itu disampaikan perwakilan DLH Kutim, Adrian Wahyudi. Ya, pihaknya memberikan apresiasi terhadap inisiatif tersebut. Bahkan dianggap sebagai aksi nyata yang selaras dengan program unggulan daerah di bidang penghijauan.
“Kami bangga melaporkan, hingga tahun ini target tutupan hijau di Kutim sudah tercapai berkat kontribusi kolektif seperti ini. Setiap bibit yang ditanam akan didata dalam target tutupan lahan DLH,” ujar Adrian, menegaskan pentingnya kolaborasi korporasi dalam pencapaian target lingkungan daerah.
Sementara itu, Paspotmar Lanal Sangatta Kapten Laut (P) Irsanuli Nasution, menyoroti peran strategis generasi muda. Dia mengedukasi peserta, khususnya pelajar STIPER Sangatta dan SMKN 2 Sangatta Utara, untuk berperan aktif.

“Kondisi mangrove kita saat ini cukup memprihatinkan, dan keberadaan kalian sebagai agen perubahan sangat penting untuk memastikan kelestariannya di masa depan,” sebutnya.
Pembina KTNA Sungai Bendera dan Alien Mangrove, Misbahul juga mengatakan senada. Dia mengingatkan fungsi ekologis vital mangrove dan terumbu karang, sebagai pelindung biota laut dan pencegah abrasi pantai.
“Makanya kelestariannya harus dijaga, agar memberikan dampak positif terhadap ekosistem,” imbaunya.
Untuk diketahui, penanaman 2 ribu bibit mangrove ini diharapkan memberikan kontribusi signifikan dalam mencegah abrasi dan memperkaya habitat berbagai spesies biota laut. Lebih dari itu, aksi ini memperkokoh Teluk Lingga sebagai pusat pariwisata berbasis konservasi alam yang lestari.
Secara keseluruhan, kegiatan ini membuktikan bahwa operasional perusahaan dapat berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan, menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi Kutai Timur. (rk)









