
RUANGKALTIM.COM, KUTIM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur, menggelar Rapat Paripurna ke-XII Masa Persidangan I Tahun Sidang 2025/2026. Agenda utamanya adalah penyampaian Nota Keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2026 oleh Pemkab Kutim.
Dihadiri 30 anggota dewan, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman memaparkan proyeksi anggaran yang ambisius. Difokuskan untuk mewujudkan Kutai Timur yang lebih sejahtera. Dia menyampaikan nota keuangan dengan optimisme tinggi. Secara garis besar, RAPBD 2026 menunjukkan anggaran yang ketat dan terukur.
“Pendapatan daerah diproyeksikan Rp 5,73 triliun. Mayoritas bersumber dari pendapatan transfer Rp 5,21 triliun. Belanja daerah dialokasikan Rp 5,71 triliun. Belanja operasi mendominasi Rp 3,37 triliun. Defisit atau surplus, anggaran menunjukkan sedikit surplus yang sehat. Mengindikasikan pengelolaan fiskal yang hati-hati,” jelasnya, Senin (24/11/2025).
Ia menambahkan, anggaran ini diarahkan untuk mendukung Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026, yang mengusung tema Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia sebagai Penggerak Transformasi Ekonomi yang Didukung Kemantapan Infrastruktur.
“Ada enam prioritas pembangunan utama yang akan didanai oleh APBD 2026. Meliputi infrastruktur dan konektivitas (dasar, transportasi, logistik, digital), transformasi ekonomi berkelanjutan (UMKM dan pariwisata), Peningkatan kualitas SDM (pendidikan dan kesehatan), tata kelola pemerintahan (transparansi dan pelayanan publik), peningkatan kualitas lingkungan hidup (restorasi dan mitigasi iklim), serta penguatan ketahanan pangan (pertanian dan diversifikasi pangan),” tuturnya.
Sebagai penutup, Ketua DPRD Kutim Jimmi menyampaikan bahwa proses pembahasan RAPBD ini akan dilanjutkan berdasarkan kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS), yang telah disepakati bersama antara eksekutif dan legislatif.
“Anggaran yang dialokasikan diharapkan dapat lebih menyentuh kepentingan masyarakat secara umum dan pengembangan sumber daya manusia. Termasuk pembangunan infrastruktur, sehingga pencapaian tujuan Kabupaten Kutai Timur lebih sejahtera,” tutupnya. (adv/rk)










