
RUANGKALTIM.COM, KUTIM – Wacana penetapan Karst Sangkulirang sebagai Geopark, sebuah status pengakuan internasional terhadap warisan geologi, mendapat dukungan penuh dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten (Kutai Timur) Kutim. Namun, Anggota DPRD Kutim Ardiansyah, memberikan penekanan tegas bahwa mimpi besar ini harus didahului dengan pembangunan infrastruktur dasar.
Menurutnya, sekualitas apapun objek wisata yang dimiliki Kutim, keberhasilannya akan sangat ditentukan oleh kemudahan akses.
“Makanya kita tetap harus membangun akses jalannya. Jadi, tempat wisata apapun, kalau kondisi jalannya masih belum baik, orang juga akan kurang minat,” tegas Ketua Komisi C Bidang Pembangunan itu.
Pernyataan ini menjadi peringatan keras, status Geopark tidak akan menghasilkan lonjakan kunjungan wisatawan jika jalur menuju ke sana masih sulit dan melelahkan. Sedangkan proyek-proyek pembangunan jalan yang kini tengah diprioritaskan di dapil 5, termasuk yang menggunakan skema multi years contract (MYC), tidak hanya bertujuan untuk konektivitas antar desa. Tetapi untuk membuka gerbang menuju Karst Sangkulirang.
“Jadi, nanti tidak susah lagi, karena sudah saling terhubung,” tuturnya.
Dengan selesainya pembangunan akses jalan penghubung ini, kawasan Karst Sangkulirang diharapkan tidak hanya diakui secara global sebagai Geopark, tetapi juga mampu menarik wisatawan secara massal.
“Sehingga menjadikannya aset ekonomi utama bagi Kutim,” ucapnya.
Sebelumnya, Pemprov Kaltim telah mengajukan kawasan Karst Sangkulirang Mangkalihat untuk bisa mengantongi status taman bumi nasional, serta masuk daftar prestisius UNESCO Global Geopark. Alasannya, gua purba dan jejak masa lalu di dalamnya punya identitas khas yang tak ditemukan di taman bumi lain. Ditambah, Kaltim jadi satu-satunya yang mengajukan status tersebut tahun ini. (adv/rk)










