
RUANGKALTIM.COM, KUTIM – Waktu pelaksanaan APBD Perubahan 2025 yang tersisa satu bulan. menjelang akhir tahun. Hal ini membuat Wakil Ketua I DPRD Kutai Timur (Kutim), Sayid Anjas resah. Ia pun mendesak seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk bekerja ekstra keras. Desakan ini bertujuan agar anggaran besar yang telah disahkan tidak berakhir menjadi sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) yang merugikan masyarakat.
Anggota Fraksi Golkar itu mengingatkan, APBD Perubahan 2025 memiliki nilai yang signifikan. Namun harus dieksekusi dalam tenggat waktu yang sangat sempit. Ia menekankan bahwa anggaran tersebut harus sepenuhnya digunakan untuk pembangunan dan kesejahteraan rakyat.
“Anggaran perubahan ini besar dan waktunya hanya satu bulan lebih. Jangan sampai ada sisa anggaran. Itu seharusnya dipakai untuk pembangunan dan kesejahteraan rakyat,” tegasnya.
Ia mengakui bahwa silpa mungkin saja muncul, namun nominalnya tidak boleh membengkak. Karena itu, OPD diminta untuk segera bergerak cepat, memastikan semua kegiatan berjalan dan jangan biarkan anggaran mengendap.
Ia juga mengingatkan bahwa faktor cuaca, dengan perkiraan curah hujan yang tinggi selama November hingga Desember, tidak boleh dijadikan alasan bagi OPD untuk menunda penyelesaian program.
“Kerja keras, komitmen dan koordinasi yang solid dapat memastikan seluruh anggaran terserap optimal demi kemajuan Kutai Timur,” pungkasnya.
Untuk Diketahui, jajaran legislatif berharap seluruh OPD dapat segera menyelesaikan proses lelang dan administrasi pembayaran. Sehingga menghindari penumpukan pekerjaan di detik-detik akhir tahun, yang seringkali berdampak pada kualitas pekerjaan dan efisiensi anggaran. (adv/rk)










