
RUANGKALTIM.COM, KUTIM – Akselerasi ekonomi di Kutai Timur (Kutim) dinilai jalan di tempat. Apalagi tanpa adanya fasilitas transportasi udara yang memadai. Anggota DPRD Kutim, Pandi Widiarto dari Fraksi Demokrat kembali menyuarakan desakan agar pembangunan bandara harus dapat diwujudkan dalam periode kepemimpinan saat ini.
Ketua Fraksi Demokrat tersebut menegaskan, pihaknya akan tetap konsisten mendorong agar proyek strategis ini menjadi kenyataan. Keberadaan bandara dianggap sebagai kunci utama untuk mendatangkan investor dan mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kami dari Fraksi Demokrat sangat konsisten, mendorong pembangunan bandara segera terwujud di periode ini. Intinya kami pastikan bahwa di lima tahun ini bandara harus ada,” tegasnya.
Mengenai lokasi pembangunan, anggota Komisi C itu mengungkapkan bahwa wacana terbaru yang dibahas dalam kajian strategis adalah mengoptimalkan fasilitas yang sudah ada. Opsi yang saat ini mengemuka adalah memanfaatkan Bandara PT Kaltim Prima Coal (KPC) di Tanjung Bara. Ya, Bandara KPC yang sudah ada akan dioptimalkan dengan pemanjangan landasan pacu atau runway.
“Terakhir kami masih rapat kajian strategis. Opsi sekarang mungkin mengoptimalkan bandara KPC yang ada,” jelas Pandi.
Fraksi Demokrat menyatakan kesiapan untuk memberikan dukungan dan kontribusi maksimal kepada Pemkab Kutim. Terutama jika proyek ini harus melibatkan kewenangan pemerintah pusat.
“Pada prinsipnya, Fraksi Demokrat siap mendukung dan berkolaborasi. Saya juga dengan Partai Demokrat Insya Allah siap memberikan dukungan yang maksimal,” tambah Pandi.
Saat ini, pihaknya menunggu hasil komunikasi dan negosiasi antara pemkab dan pihak KPC terkait opsi tersebut. Jika menemui jalan buntu, pihak legislatif siap mencari dan mendukung opsi lokasi lain.
“Intinya kami pastikan bahwa di lima tahun ini bandara harus ada. Untuk membantu akselerasi perekonomian di Kutai Timur,” pungkasnya. (adv/rk)










